Semua kekacauan yang terjadi sudah kembali pada porosnya. Hariku terasa cerah karena tidurku begitu menakjubkan, juga sudah tidak ada lingkar hitam mengerikan di mataku dan itu berkat obat DA2. "Kau terlihat sombong hari ini, Hellen." Anggi sedang menyipitkan matanya padaku. Tapi aku memang sedang bahagia, jadi aku takkan tersinggung atas cibirannya kali ini. "Tidurku menakjubkan, Anggi. Dan kau tidak boleh sirik padaku!" suaraku tak kalah sombong dari wajahku. Ada sebuah gaun cantik di etalase toko di depan kami, mataku tak mau meninggalkannya. "Gaun itu sangat cantik." Anggi tergelak, "Kau tidak akan mampu membelinya. Tidak, maksudku kau mampu, tapi kau tidak akan mau mengeluarkan uang sebanyak gaji 2 bulanmu untuk sebuah gaun. Aku bertaruh untuk ini." Aku memberengut seraya menatapny

