~~~~~
Zoe membongkar semua isi lemarinya yang penuh dengan dress miliknya.
Hari ini Zoe memiliki acara amal yang setiap tahun di adakan oleh Kyler Group. Ia mencari dress yang cocok yang akan ia kenakan malam ini.
Zoe menarik dress berwarna peach dengan extra gliter yang memenuhi serta blazer bulu yang akan membalut kulit mulusnya.
Setelan yang cocok untuk Zoe pakai di Acara amal Kyler Group malam ini.
Zoe memoles wajahnya dengan beberapa make up yang terlihat menambah kecantikkannya malam ini.
Setelah selesai dengan dirinya, ia menunggu Daffin yang tak kunjung datang.
"Apa dia meninggalkan ku?"
"Kenapa sampai sekarang, dia tidak mengabariku?"
"Jangan-jangan benar dia meninggalkan ku"
Zoe berniat ke Apartement Daffin untuk memeriksanya.
Disaat yang bersamaan saat Zoe menarik pintunya, Daffin tampaknya sudah berada Di balik pintu Apartementnya.
Pandangan yang begitu memuja kini terlihat jelas di mata Daffin. Tidak dapat di pungkiri betapa cantiknya Zoe malam ini.
"Ekm... " Daffin menormalkan kembali wajahnya saat Zoe tersenyum padanya.
"Apa kau sudah dari tadi disini? Maaf, Aku fikir kau meninggalkan ku" Ucapan Zoe begitu hati-hati takut mendapat perlakuan dingin oleh Daffin.
"Aku tidak mungkin meninggalkan mu, karena disana ada orang tuaku dan orang tuamu. Kau tau, kan Aku tidak suka dengan banyak pertanyaa----"
Daffin tersentak saat tangan Zoe meraih dasi navy milik Daffin yang terlihat sedikit berantakan.
Zoe menyadari Daffin yang tampak terkejut dengan tangannya, beringsut mundur dan melepaskan dasi milik Daffin.
"Ehm... Sorry. Aku tidak bermaksud----"
Kali ini Zoe yang terkejut dengan tangan Daffin yang menarik tangannya kembali pada posisi sebelumnya.
Jantung Zoe berdegub sangat cepat, kedua matanya menatap Daffin yang juga sedang menatapnya. Tatapan yang berbeda Zoe rasa pada Daffin.
Bukan tatapan dingin yang seperti biasanya, justru tatapan yang sangat familiar buatnya. Tatapan Daffin yang dulu padanya.
Zoe menurunkan pandangannya dan memperbaiki dasi Daffin yang sedikit berantakan.
Daffin mendorong tubuh Zoe lebih dekat padanya, karena Zoe terlihat sulit merapikan dasinya karena tinggi tubuhnya dan Daffin yang cukup jauh.
Wajah Zoe memerah, jantungnya semakin tidak beraturan. Zoe dapat merasakan nafas Daffin yang berhembus mengenai wajahnya.
Daffin mengulas senyum di sudut bibirnya, menatap wajah Zoe yang memerah.
"Kenapa wajahmu sangat merah Nona Hyledd..? Apa yang kau fikirkan?"
Zoe tampak malu dan tidak sanggup menatap Daffin yang sangat dekat padanya.
"Ah.. Ekhm.. Ak--- Aku tidak apa-apa"
Wajah Zoe semakin merona yang membuat Daffin juga semakin menggodanya.
"Tapi, wajahmu sangat me----"
"Ssshh!!!... Ini karena blush-on ku, Daffin!" Zoe yang malu karena wajahnya yang merah menatap Daffin dengan kesal.
Daffin tertawa kecil menatap sikap Zoe yang terlihat sangat menggemaskan baginya.
Hal yang tidak pernah Zoe bayangkan, saat iya kembali dapat membuat Daffin tertawa.
"Kenapa kau suka sekali menggoda perempuan?!"
"Aku tidak pernah menggoda perempuan, Nona Hyledd!"
"Nona Adriana...?"
Daffin dan Zoe tersentak saat seseorang memanggil nama Zoe.
Zoe beringsut mundur menarik pandangannya pada Daffin, membuat Daffin terlihat kesal pada seseorang yang menghancurkan moment langkanya pada Zoe.
Daffin menoleh menatap asal dari suara itu.
"Hm... " Zoe menatap lelaki itu yang terlihat familiar padanya.
"Ah.. Ini Aku Harry, Nona Adriana"
"Ah.. Yeah, Aku ingat. Pria depan toilet itu, kan?.."
Zoe tersenyum pada Harry membuat wajah Daffin kembali mengeras.
"... Apa yang lakukan disini?"
"Aku baru saja pindah di Apartement ini, dan kau? Apa kau tinggal disini juga?"
Daffin kembali menatap Harry saat ia tau kalau Harry akan pindah kesini.
"Wow... Kebetulan sekali. Aku juga tinggal disini. Ini di dalam adalah Apartementku ..." Zoe menunjuk Apartementnya yang berada di belakangnya. "... Tapi, dimana punyamu?"
"Wow!!! Kau serius? Sepertinya Aku sangat beruntung, punyaku berada tepat di depanmu" Harry tampak senang karena tempat tinggalnya sangat dekat dengan Zoe.
Daffin kesal menatap Zoe yang terlihat senang dengan kepindahan Harry.
Daffin menarik tangan Zoe agar keduanya menyelesaikan percakapannya.
Harry tampak tidak suka pada Daffin yang selalu mengacaukan percakapannya dengan Zoe.
"Aku pergi dulu, nanti Aku kembali. Datanglah bertamu Har---"
Pintu lift tertutup sebelum Zoe menyelesaikan kalimatnya.
Zoe menatap kesal pada Daffin yang selalu saja melakukan hal semaunya.
"Ish, kenapa kau menarikku? Aku tadi masih bicara dengan Har---"
"Diam Nona Hyleed, hari ini kau terlalu banyak bicara!"
Wajah Daffin kembali menegang, Harry berhasil merusak mood Daffin pada Zoe.
"Cepatlah! Orang tuamu dan orang tuaku sudah menunggu disana!" Daffin meninggalkan Zoe yang berjalan lebih pelan karena higheels miliknya.
"Lamban sekali kau ini!"
"Sabar! Aku sedang pakai higheels, Daffin"
Zoe berhasil mencapai mobil Daffin dengan Daffin yang sudah berada di dalamnya.
*****