Bahagia Di atas Derita Anita

1491 Words

Makan malam selesai dengan suasana yang tenang dan nyaman. Flora duduk sambil memandang kedua orang tuanya yang terlihat puas dan bahagia. Ia menahan senyum kecil yang tak bisa hilang sejak tadi. “Ayah, Ibu, Almer, terima kasih sudah datang,” ucap Flora pelan. Maureen mengusap lengan putrinya. “Ibu yang terharu. Kamu kelihatan, damai sekali, Nak. Rumah ini besar, tapi tetap terasa hangat.” Naren mengangguk setuju sambil menatap Kaindra. “Kaindra, kamu menjaga anak kami dengan baik. Terima kasih sudah membuat dia bahagia.” Kaindra tersenyum sopan. “Saya hanya melakukan apa yang semestinya, Ayah. Flora adalah bagian penting dari hidup saya.” Ucapan itu membuat pipi Flora memerah, sementara Almer hanya mendengus kecil sambil menunduk, malu melihat kakaknya dipuji-puji. Tak lama setelah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD