Anita duduk di tepi ranjang kecilnya, kaki masih terasa pegal setelah briefing panjang. Ia meraih ponselnya dan segera menelpon Bara. Suara dering terdengar beberapa kali sebelum akhirnya tersambung. “Bar,” ujar Anita pelan, menahan napas karena lelah namun antusias. “Bar, ibu punya tugas penting besok.” Suara Bara terdengar khawatir dari seberang, “Tugas penting? Maksud ibu apa?” Anita menghela napas, lalu tersenyum bangga meskipun tak ada yang melihat. “Besok keluarga nyonya Kaindra akan datang. Katanya ibu harus kerja dengan sangat baik. Ibu dikasih tugas bersihin ruang tamu, ruang keluarga, lorong lantai satu, sama ruangan-ruangan penting lainnya. Banyak banget barnya, gede banget rumah ini.” Bara langsung merespons cepat, nada suaranya tegang. “Bu… kalau pekerjaan ini berat buat

