Bab 26

1147 Words

Bab 26 Revan tidak mengerti kenapa ada hati yang begitu baik seperti Larisa. Revan tahu Larisa marah, tapi entah kenapa selalu bisa mengontrolnya. Kalau pun dia kesal dan pergi, pada akhirnya akan tetap kembali lalu memaafkan. "Aku minta maaf," lirih Revan yang berada dalam Larisa. Setelah puas berdebat tadi, Revan langsung luluh di tangan Larisa yang membelai wajahnya dengan lembut. Larisa mengajaknya berbaring di atas ranjang supaya bisa sama-sama merasa tenang. Larisa tidak marah? Tentu saja marah. Sudah berapa kali Revan membuatnya kesal dan kecewa, tapi Larisa paling tidak bisa melihat Revan terus memohon. Matanya yang berlensa coklat, seperti bocah yang tengah meminta pelukan dari sang ibu. Larisa menunduk, menatap wajah Revan yang terangkat. Posisi Larisa yang berbaring lebih t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD