Bab 27

975 Words

Bab 27 Obrolan bersama Elle, seolah masuk kuping kanan ke luar kuping kiri. Revan sama sekali tidak fokus pada apa yang sebenarnya dibicarakannya saat ini. Elle yang terus saja mengoceh, terlihat seperti bayang-bayang aneh yang semakin tidak terlihat. Dalam otak Revan saat ini hanya terfokus pada satu titik, yaitu pesona sang istri. Sementara Revan masih menemani Elle di luar sana, di dalam kamar Larisa justru tengah cekikikan dengan seseorang dibalik ponsel. Larisa sampai berguling-guling menahan tawanya sendiri. "Terima kasih kamu sudah kasih saran," kata Larisa pada seseorang di seberang sana. "Aku nggak nyangka Revan sampai melongo begitu." Orang di seberang sana tertawa lepas. "Lelaki paling nggak bisa kalau sudah dirayu. Kan aku sudah sering kasih saran sama kamu." Larisa menden

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD