Bab 10 Sampai siang, Larisa tak kunjung mendapatkan pesan dari Revan. Sepertinya pria itu memang sengaja mengurung Larisa di apartemen ini. Aaaaargh! Sekali lagi Larisa menggeram dan menendang-nendang kedua kakinya di atas ranjang. Kenyataan dalam otaknya waktu itu ternyata nyata. Pindah ke sini bukan hal yang baik, baru dua hari saja rasanya seperti sedang menjadi wanita tawanan. Mungkin memang benar Revan berniat mengurung Larisa. Tepatnya hanya karena tak ingin Larisa kembali bekerja di toko roti itu. Alasannya tak lain adalah tak suka jika Larisa berdekatan dengan teman kerjanya. Cukup meresahkan menurut Revan. "Silakan saja menunggu, karena aku nggak akan memberi tahu apa sandinya," decit Revan saat melihat ponselnya berkedip-kedip karena panggilan dari Larisa. Revan melonggarka

