Bab 11 Larisa tersenyum ketika gelas berisi jus yang ia bawa sudah mendarat di atas meja. Senyum itu semakin melebar saat ia membayangkan sosok tampan sang suami mulai menikmati jus itu. Larisa sampai tidak sadar sudah mengeratkan kedua tangan di depan d**a sembari menutup mata dan senyum-senyum tidak jelas. "Kamu kenapa?" Larisa seketika membuka mata dan membenarkan posisi. Dia sudah menjatuhkan kedua tangan dan berdehem untuk mengalihkan rasa gugup. "Aku ... aku cuma sedang itu ..." Larisa bingung harus ngomong apa. Sementara Revan, dia memutar bola mata jengah lalu meraih gelas jusnya. Tanpa menoleh pada Larisa, Revan kini melenggak menuju kamar. Sementara Larisa, dia masih terbengong memandangi punggung Revan yang lebar. "Temani aku tidur." Grep! Larisa ternganga seraya membela

