bc

Mahkota Sihir Aetheloria

book_age4+
0
FOLLOW
1K
READ
HE
fated
sweet
mythology
magical world
childhood crush
superpower
like
intro-logo
Blurb

Di jantung benua Eropa kuno, kerajaan Aetheloria dikenal akan kemegahan istananya, pasukan ksatria yang tangguh, dan rahasia sihir kuno yang diyakini telah hilang selama tiga abad. Namun, takdir mulai berubah ketika seorang gadis misterius muncul di gerbang kota.Lyra Evandriel, seorang yatim piatu dari desa utara, datang mencari jawaban tentang masa lalunya. Tanpa sadar, kemampuannya yang aneh—api yang menari tanpa disentuh, air yang bergerak sendiri, dan energi misterius yang membara—menyelamatkan kota dari ancaman monster batu. Aksi heroiknya menarik perhatian Pangeran Alaric, pewaris kerajaan yang teguh dan berhati dingin, serta Archmage kerajaan, penyihir paling kuat yang mengendus darah Ordo Penjaga Sihir Kuno dalam diri Lyra.Dunia Lyra berubah seketika: dari seorang gadis desa menjadi pewaris terakhir Core of Magic, sebuah kekuatan yang mampu menyeimbangkan atau menghancurkan seluruh kerajaan. Di tengah intrik bangsawan, konspirasi gelap, dan peperangan yang mengancam seluruh benua, Lyra harus belajar mengendalikan sihirnya, memahami warisannya, dan menghadapi musuh yang tak terlihat.Di sisi lain, hati Lyra dan Alaric mulai terikat, berkembang dari kekaguman, ketegangan, hingga cinta yang diuji oleh bahaya dan rahasia. Namun, cinta mereka bukan tanpa risiko; setiap perasaan yang muncul menjadi taruhan, karena dunia yang penuh sihir dan politik tidak mengenal kompromi.Dari aula megah istana hingga hutan misterius yang dihuni makhluk magis, dari konspirasi bangsawan hingga pertarungan epik melawan pasukan gelap, Lyra harus menemukan keberanian untuk menerima takdirnya, menguasai kekuatan yang diwarisi, dan menentukan masa depan Aetheloria—sebelum semuanya hancur.Mahkota Sihir Aetheloria adalah kisah epik tentang cinta, sihir, dan perjuangan untuk takdir, sebuah perjalanan panjang yang menenun romansa, petualangan, dan intrik politik dalam dunia kerajaan fantasi yang kaya dan menawan.

chap-preview
Free preview
Bab 1 — Gadis di Gerbang Kerajaan
Angin musim gugur berhembus dingin di jalan batu menuju kota Aetheloria. Seorang gadis berjalan sendirian, mengenakan jubah cokelat lusuh. Rambut peraknya tertiup angin, kontras dengan matanya yang berwarna ungu pucat. Namanya Lyra. Ia telah melakukan perjalanan selama berminggu-minggu hanya untuk mencapai ibu kota kerajaan terbesar di benua Eldoria. Menara istana yang tinggi menjulang di kejauhan seperti penjaga raksasa. Namun saat Lyra mendekati gerbang kota, tiba-tiba teriakan panik terdengar. “Monster! Monster dari hutan utara!” Gerbang kota terbuka dengan kacau. Seekor makhluk besar dengan tubuh seperti serigala raksasa dan mata merah menyala menerobos masuk. Para penjaga mencoba melawan, tetapi pedang mereka hampir tidak melukai kulit makhluk itu. Di atas tembok kota, seorang pria muda mengenakan armor perak menghunus pedangnya. Dia adalah Pangeran Alaric Valerian. Dengan satu gerakan cepat, ia melompat turun ke jalan. Namun bahkan seorang pangeran ksatria pun tampak kesulitan menghadapi makhluk sihir itu. Saat monster itu mengaum dan hampir menyerang seorang anak kecil— Lyra mengangkat tangannya tanpa sadar. Udara di sekitarnya tiba-tiba bergetar. Cahaya biru kuno muncul di telapak tangannya. Dan dalam sekejap… monster itu membeku menjadi batu. Seluruh kota terdiam. Termasuk sang pangeran yang kini menatap gadis asing itu dengan ekspresi terkejut. Sihir yang baru saja ia lihat… adalah sihir yang seharusnya telah punah sejak ratusan tahun lalu. Keheningan menyelimuti jalan utama kota Aetheloria. Debu perlahan jatuh dari tubuh monster batu yang kini berdiri membeku di tengah jalan. Mata merahnya telah kehilangan cahaya, berubah menjadi batu abu-abu yang retak. Para penjaga saling berpandangan dengan wajah pucat. “Ap… apa yang baru saja terjadi?” bisik salah satu dari mereka. Pangeran Alaric masih berdiri beberapa langkah dari Lyra. Pedangnya masih terhunus, namun kini ujungnya perlahan ia turunkan. Tatapan matanya yang tajam tidak lepas dari gadis asing itu. “Sihir…” gumamnya pelan. Lyra sendiri tampak sama terkejutnya dengan orang lain. Ia menatap telapak tangannya seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Cahaya biru tadi telah menghilang. “A-aku…” suaranya hampir tidak terdengar. Tiba-tiba para penjaga bergerak maju dengan cepat, mengepung Lyra. “Jangan bergerak!” teriak salah satu penjaga sambil mengarahkan tombaknya. Orang-orang yang sebelumnya bersembunyi kini mulai keluar dari rumah dan toko mereka, menatap gadis itu dengan campuran rasa takut dan kagum. “Dia penyihir…” “Tidak mungkin, sihir kuno sudah lama hilang…” “Siapa gadis itu?” Bisikan-bisikan memenuhi udara. Lyra menelan ludah. Ia tidak pernah berniat membuat kekacauan seperti ini. “Aku hanya ingin masuk ke kota…” katanya pelan. Namun sebelum para penjaga melakukan sesuatu, suara tenang namun berwibawa terdengar. “Turunkan s*****a kalian.” Semua orang langsung berhenti bergerak. Pangeran Alaric berjalan mendekat. Armor peraknya memantulkan cahaya matahari sore, dan jubah merah kerajaan berkibar pelan di belakangnya. Para penjaga segera menundukkan kepala. “Yang Mulia.” Alaric berhenti tepat di depan Lyra. Dari dekat, Lyra baru menyadari betapa tajam mata sang pangeran. Mata abu-abunya seperti mampu melihat menembus rahasia seseorang. “Kau yang melakukannya?” tanya Alaric. Lyra ragu sejenak, lalu mengangguk pelan. “Iya… tapi aku tidak bermaksud…” Alaric menoleh sebentar ke arah monster batu itu. Retakan-retakan kecil mulai muncul di tubuhnya, menandakan bahwa makhluk itu benar-benar telah mati. Ia kembali menatap Lyra. “Kau menyelamatkan warga kota.” Para penjaga tampak terkejut mendengar itu. “Tapi Yang Mulia—” salah satu dari mereka mencoba protes. Alaric mengangkat tangannya sedikit. Penjaga itu langsung diam. “Namun,” lanjut Alaric dengan suara lebih serius, “sihir yang kau gunakan bukan sihir biasa.” Lyra menunduk. Sejujurnya, ia sendiri tidak mengerti. Sejak kecil, kadang-kadang hal aneh terjadi di sekitarnya—api yang menyala sendiri, air yang bergerak tanpa disentuh, atau angin yang tiba-tiba berubah arah. Namun hari ini adalah pertama kalinya sesuatu sebesar ini terjadi. “Aku tidak tahu bagaimana melakukannya,” kata Lyra jujur. Alaric memandangnya cukup lama. Kemudian ia membuat keputusan yang mengejutkan semua orang. “Kau akan ikut denganku ke istana.” “Ke… ke istana?” Lyra membelalak. Para penjaga juga terlihat bingung. “Yang Mulia, apakah itu aman?” tanya kapten penjaga. Alaric menjawab dengan tenang. “Jika dia benar-benar memiliki sihir seperti itu, membiarkannya berjalan bebas di kota justru lebih berbahaya.” Ia kembali menatap Lyra. “Tapi jangan salah paham. Ini bukan undangan.” Suaranya sedikit lebih dingin sekarang. “Ini perintah kerajaan.” Lyra menggigit bibirnya pelan. Ia datang ke Aetheloria untuk mencari jawaban tentang masa lalunya. Namun sepertinya… takdir justru menyeretnya langsung ke pusat kekuasaan kerajaan. Saat mereka mulai berjalan menuju istana, tidak ada yang menyadari sesuatu. Retakan di tubuh monster batu itu tiba-tiba memancarkan cahaya hitam samar. Sangat kecil. Hampir tak terlihat. Seolah ada sesuatu yang lain bersembunyi di balik serangan monster tadi. Dan jauh di suatu tempat… seseorang tersenyum dalam kegelapan. “Jadi… akhirnya muncul juga.” “Sihir kuno.” Kereta kuda kerajaan bergerak perlahan melewati jalan utama kota Aetheloria. Orang-orang menepi saat melihat lambang singa emas kerajaan pada kereta itu. Bisikan kembali terdengar di sepanjang jalan. “Itu gadis penyihir tadi…” “Pangeran sendiri yang membawanya…” “Apakah sihir kuno benar-benar kembali?” Di dalam kereta, suasana terasa jauh lebih sunyi. Lyra duduk di satu sisi, tangannya saling menggenggam di pangkuan. Ia mencoba terlihat tenang, tetapi jantungnya berdetak cepat. Di seberangnya, Pangeran Alaric duduk dengan sikap tegak. Tatapannya kadang mengarah ke jendela, kadang kembali pada Lyra. Akhirnya ia berbicara. “Namamu.” Lyra sedikit terkejut karena suara itu memecah keheningan. “Lyra… Lyra Evandriel.” Alaric mengangguk pelan. “Kau berasal dari mana?” “Dari desa kecil di utara. Namanya Arlenwood.” Alaric tampak berpikir sejenak. Desa itu sangat jauh dari ibu kota. Hampir di perbatasan hutan tua yang jarang didatangi manusia. “Kenapa datang ke Aetheloria?” Lyra ragu. Ia menunduk sebentar sebelum menjawab. “Aku mencari seseorang." “Siapa?” “Ibuku.” Alaric sedikit mengangkat alisnya. “Dia tinggal di ibu kota?” Lyra menggeleng pelan. “Aku tidak tahu.” Jawaban itu membuat Alaric memandangnya lebih serius. Lyra menelan ludah dan menjelaskan dengan suara pelan. “Ibuku menghilang ketika aku masih kecil. Yang tersisa hanya kalung ini.” Ia mengeluarkan sebuah kalung perak dari balik jubahnya. Di ujung kalung itu tergantung lambang berbentuk lingkaran dengan tiga garis bercahaya. Begitu Alaric melihatnya— tatapannya langsung berubah. “Di mana kau mendapatkan itu?” Lyra terkejut dengan nada suaranya. “Dari ibuku. Kenapa?” Alaric tidak langsung menjawab. Ia mengenali simbol itu. Simbol yang sama pernah ia lihat dalam arsip kuno kerajaan. Simbol milik Ordo Penjaga Sumber Sihir. Ordo yang seharusnya telah musnah lebih dari tiga ratus tahun lalu. Sebelum ia sempat berkata apa-apa, kereta tiba-tiba berhenti. Suara penjaga terdengar dari luar. “Yang Mulia, kita sudah sampai di istana.” Pintu kereta dibuka. Lyra keluar lebih dulu dan langsung terdiam. Istana Aetheloria berdiri megah di depannya. Menara tinggi menjulang ke langit, dinding batu putih berkilau di bawah cahaya matahari sore, dan halaman luas dipenuhi para ksatria kerajaan. Lyra belum pernah melihat sesuatu sebesar ini sepanjang hidupnya. “Ini…” “Rumahku,” kata Alaric singkat saat berjalan turun dari kereta. Beberapa bangsawan yang berada di halaman mulai memperhatikan mereka. Tatapan mereka langsung tertuju pada Lyra. “Siapa gadis itu?” “Kenapa Pangeran membawanya ke istana?” Bisikan mulai menyebar. Alaric sama sekali tidak memedulikan mereka. Ia berjalan menuju pintu utama istana. Lyra mengikuti dengan langkah ragu. Namun tepat sebelum mereka masuk— angin dingin tiba-tiba berhembus melewati halaman. Aneh. Langit yang tadi cerah kini tertutup awan tipis. Lyra merasakan sesuatu yang aneh di dadanya. Kalung peraknya tiba-tiba bergetar pelan. Ia memegangnya dengan bingung. “Apa yang terjadi…” Di menara tertinggi istana, seorang pria tua berjubah hitam sedang berdiri di balkon batu. Matanya yang tajam mengamati halaman di bawah. Tatapannya terkunci pada Lyra. Pria itu adalah Archmage Kerajaan. Penyihir paling kuat di Aetheloria. Dan saat ia melihat kalung di leher Lyra— wajahnya perlahan memucat. “Tidak mungkin…” Ia berbisik pelan pada dirinya sendiri. “Simbol itu…” “Tiga ratus tahun… dan akhirnya muncul kembali.” Matanya menyipit. “Sang Pewaris.” Di bawah sana, Lyra sama sekali tidak menyadari bahwa kedatangannya ke istana… telah membangunkan rahasia kuno yang terkubur selama berabad-abad. Dan malam ini— takdirnya akan mulai berubah selamanya. (Bab 1 selesai) ✨📖

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
202.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.7K
bc

Kali kedua

read
222.3K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
12.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
194.6K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook