"Rindu takut kak," Meremas leher kaos suaminya. Merapatkan diri menghapus jarak diantara mereka. "Sstt ...."Pernadi mendekapnya, mengusap kepala Rindu lembut. "Jangan takut, kakak bersamamu. Semua akan baik, Hun." Pernadi mencoba menenangkan. "Dia memukulku." Bergumam. Pernadi memejamkan mata lelah, kejadian sial itu menjadikan istrinya trauma. Ia sangat merasakan bagaimana Rindu memeluknya erat seolah ingin dilindungi. Jantung istrinya itupun berdebar tak beraturan. "Hun, kau mau kita ke dokter?" Tanya Pernadi lembut. Gadis itu menggeleng di dadanya. "Aku nggak pa-pa, kak." gumamnya "Lukanya sudah diobatin sama Tante." "Bukan masalah lukanya, Hun. Tapi ...." Pernadi menggantungkan ucapanya, ia ingin mengatakan kalau Rindu butuh pendampingan dokter untuk menghilangkan rasa takutnya y

