50

1861 Words

Jam menunjukkan pukul satu siang ketika mobil hitam Sena berhenti tepat di depan salah satu restoran fine dining ternama di Surabaya. Interiornya bernuansa kolonial modern—langit-langit tinggi, lampu gantung kristal redup, dan alunan musik jazz pelan yang membuat suasana terasa eksklusif namun hangat. Salah satu restoran yang selalu menjadi pilihan Arsena saat ada pertemuan seperti ini. Tempat yang selalu membuat nyaman Sena selain di kantornya jika membicarakan masalah pekerjaan. Sena melangkah masuk lebih dulu. Blus putih gading dengan potongan sederhana namun elegan dipadukan rok pensil hitam, rambutnya disanggul rendah rapi. Aura pemilik ELVARÉ Atelier begitu kuat—tenang, berkelas, dan penuh kendali. Selain itu, mungkin karena dirinya yang memang salah satu pewaris dari Bramasta. M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD