64

1464 Words

Udara yang seharusnya dingin di kamar hotel mewah itu, seakan memberat. sarat dengan ketegangan yang nyaris menyesakkan d**a. Sena menggeliat di balik selimut sutranya, peluh tipis mulai membasahi pelipisnya. Dalam tidurnya, ia terjebak dalam pusaran mimpi yang teramat liar. Ia merasa panas, sangat panas, seolah-olah api yang tadi ia sulut lewat video call kini berbalik membakar dirinya sendiri. Dirinya sadar bahwa saat ini, detik ini, Arsena merindukan suaminya. Menginginkan suaminya untuk ada di sini. Tapi sungguh ini gila. Bagaimana bisa dirinya begitu liar memikirkan atau bermimpi hal yang seharusnya tak ia pikirkan? Namun, yang ia rasakan saat ini. Perasaan dan sentuhan hangat di antara kedua kakinya terasa terlalu nyata untuk sekadar dianggap sebagai mimpi belaka. Sensasi basah, r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD