33

1501 Words

Dialta terbangun lebih dulu. Mengerjapkan perlahan mata gelapnya. Kesadarannya datang perlahan—lalu berhenti mendadak saat ia menyadari satu hal yang salah. Ahh bukan salah. Lebih tepatnya, posisinya yang sepertinya akan menimbulkan kesalah pahaman nantinya. Ada rasa hangat. Terlalu hangat. Dengan situasi ambigu seperti ini. Entah ini rejeki atau nantinya akan berubah menjadi malapetaka. Sadar atau tidak, yang jelas saat ini, lengannya melingkar di sesuatu yang lembut. Kulit yang tak terbungkus kain. Karena di hadapannya saat ini, wanita dengan memakai crop top, wanita dengan tubuh kecil. Rambut halus yang menyentuh dagunya. Dan ketika Dialta menunduk sedikit—napasnya tertahan. Meyakinkan dirinya bahwa tidak ada yang salah dengannya saat ini. Seoerti dugaannya. Arsena. Istrinya sedan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD