40

1727 Words

Dialta melangkah memasuki gedung Senapati Corp dengan aura dingin yang tak perlu diumumkan bahwa dirinya datang ke kantor ini. Setelan gelapnya rapi sempurna, langkahnya mantap—terlalu tenang untuk seseorang yang namanya masih hangat di berbagai media. Entah itu televisi, internet dan media sosial lainnya. Lobi yang biasanya ramai mendadak terasa seperti menahan napas. Beberapa pasang mata mengikuti pergerakannya, sebagian pura-pura sibuk, sebagian lain membeku di tempat. Mereka tahu siapa pria itu. Adik ipar bos mereka. Dan pengantin pengganti dalam pernikahan yang mengguncang dunia bisnis dan sosial beberapa minggu yang lalu. Mereka memilih diam daripada terkena masalah nantinya. Bukan hanya dari pria yang lewat di hadapannya. Tapi juga di bos mereka sendiri. Meskipun sebagian dari mere

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD