"Lepas, Mas! Kamu mau bawa aku kemana?!" Aku berusaha menarik lenganku kembali, tapi cengkeraman Mas Hasbi terlalu kuat hingga membuatku tak sanggup melepasnya. Entah dirasuki apa lelaki itu sampai tega kasar padaku yang konon satu-satunya perempuan yang dia cinta. Entah cinta seperti apa yang sedang dia tunjukkan padaku saat ini. Kulihat Mas Hanif sedang menelpon seseorang dari belakang kemudinya. Saat melihatku dipaksa masuk ke dalam mobil Mas Hasbi, dia pun buru-buru keluar dari mobil lalu setengah berlari ke arahku. Tak mau membuang waktu, Mas Hasbi melajukan mobil dengan tergesa saat Mas Hanif mengetuk kaca mobil. Aku menoleh ke belakang. Terlihat Mas Hanif yang berusaha memanggilku dari tempatnya. Dia pun buru-buru kembali masuk ke mobilnya lalu membuntuti mobil Mas Hasbi. Syuk

