Siapa yang salah?

1185 Words
Buku nikah sudah di tanda tangani dan juga perjanjian pengaliran dana untuk perusahaan orang tua Chaerin pun sudah di aktifkan. Ini benar-benar seperti apa yang di harapkan oleh Chaerin sejak menunggu lelaki berkulit eksotis ini. Wajah Chaerin sumringah berbunga-bunga, bukan karena dia akhirnya menikah dengan lelaki kaya raya. Tapi dia bisa membantu perusahaan keluarganya untuk tetap berdiri kokoh. Kim Chaerin buka anak satu-satunya, di dalam keluarga ada seorang putra yang selalu dibangga-banggakan oleh ayahnya. Kim Ye Joon, kakak laki-laki Chaerin yang selalu mengunggulinya. “Chaerin, apa kamu sudah mendapatkannya?” tanya Ye Joon dengan wajah yang sulit di artikan. “Em, dan aku sudah akan menjadi orang Indonesia sebentar lagi.” jawab Chaerin malas. “Baiklah, berikan padaku. Aku yang akan sampaikan pada Appa, bantu Eoma masak di dapur.” dengan berat hati Chaerin menyerahkan apa yang dia dapat pagi ini. Tidak ada yang ia curigai, tapi apa yang di katakan Ye Joon benar. Dia lebih baik membantu Eoma memasak dari pada membicarakan bisnis yang sangat membosankan. “Yoo anak ku, Ye Joon. Kamu benar-benar membanggakan Appa, sekarang kita akan rayakan keberhasilan mu mendapat tawaran kerja sama ini di luar. Mari kita minum sepuasnya malam ini.” apa? yang dengar Chaerin tidak salah kan? Kenapa Appa mengatakan jika kerja sama itu di dapat oleh kakaknya? Bukankah dia yang menukar dengan masa depannya? Ini tidak adil. “Appa, Aku yang mendapatkan kerja sama itu. Bahkan aku sudah menukar dengan masa depan ku, tapi kenapa masih tidak ada artinya di matamu? Apa aku ini anak pungut?” ini adalah kali pertama Chaerin mengatakan ketidak puasan yang dia terima selama ini. “Kau itu wanita bodoh, mana ada orang bodoh seperti mu di sebut berkorban demi perusahaan? Sedangkan kau sendiri yang menyebabkan kekasih dan sahabatmu membuat scandal yang memalukan dan menjatuhkan perusahaan. Ini setimpal dengan apa yang kamu perbuat, lagian Oppa yang sudah mengenalkan Zein pada Appa dan menyuruh mu kencan buta.” Apa yang di katakan kakaknya tidak mendasar. Meski yang menyebabkan perusahaan dalam kerugian besar adalah sahabat dan mantan kekasihnya. Tapi, Chaerin lah yang menanggung begitu banyak sakit dari berbagai aspek. Dia yang di khianati oleh sahabat dan kekasihnya, dia pula yang harus menanggung pernikahan tanpa cinta demi perusahaan. Kalau di ingat lagi, bukankah dia sudah mirip dengan anak yang di adopsi dari panti asuhan atau seorang anak tiri? Orang tuanya tidak masuk akal. “Ha! Aku akan mencari suamiku dan mengatakan semuanya agar dia menggagalkan kerja sama ini.” kata Chaerin dalam keputus asaan. “Berani kau lakukan itu? Lebih baik aku benar-benar membuang mu ke jalanan!” Appa Chaerin benar-benar tidak rasional sama sekali. Dia bahkan rela membuang putrinya yang sudah mengorbankan masa depannya ke jalan hanya karena satu anaknya yang tidak berguna? Chaerin kehabisan kata-kata, dia bahkan memilih untuk keluar dari rumah itu dan kembali ke asrama. Malam ini hujan, Chaerin membiarkan air terus menerpa dirinya dan membuatnya basah. Dia berharap, air hujan bisa membuatnya seperti tidak terjadi apa-apa. Sonia bukan anak kecil yang bisa dia berbicara A dan akan percaya begitu saja? Sonia memang orang yang terlihat dingin, tapi kenyataannya. Dia adalah seorang teman, sahabat dan juga satu satunya orang yang paling peduli dengan Chaerin. “Aku sudah katakan, jangan memberikan hasilmu pada Ye Joon. Lelaki tamak itu ingin sekali aku hancurkan.” Sonia berkata menghancurkan, maka. Cepat atau lambat hal itu akan terjadi pada orang itu. “Sudahlah, dia kakak ku. Dan aku juga sudah keluar dari rumah itu.” “Kau sebut itu rumah? Naif sekali. Tempat itu lebih pantas kau sebut sebagai neraka, dari pada rumah.” Chaerin tidak menjawab apa yang di katakan Sonia, karena dia tau yang di katakan sahabatnya itu tidak salah. “Jangan bilang kau tidak tau apa arti rumah itu yang sesungguhnya? Sudahlah ini sudah larut dan badanmu sangat basah. Mandilah dengan air hangat agar kau tidak sakit. Aku juga yang akan repot nantinya.” Persahabatan seperti keduanya, sangat jarang terjadi. Di mana dua insan yang tidak saling kenal awalnya. Mereka di pertemukan oleh takdir yang sangat lucu ini. Satu kuliah di jurusan Psychology dan yang satunya di Entertaimen and media. Mereka di akrabkan dengan aktifitas kampus yang mengharuskan untuk tinggal di asrama. Mereka juga bertemu dengan Nara yang awalnya memang sahabat Chaerin. Keduanya tidur di kamar yang sama namun di ranjang yang berbeda. Tadinya kamar tersebut di isi oleh tiga orang, tapi belakangan Nara jarang tinggal di asrama. Itu semua karena Agensinya masih melarangnya keluar apartemen untuk sementara waktu. Jeremy sebagai pihak lelaki juga mendapat perlakuan yang sama dari pihak keluarganya. Pada dasarnya, keluarga Jeremy sangat menyukai Chaerin. Tapi, kembali lagi pada pengkhianatan yang di lakukan oleh putra mereka. Itu semua membuatnya malu. “Apa kamu sangat bodoh melakukan perselingkuhan itu? Sekarang, Papa kamu akan di diskualifikasi dalam pemilihan perdana menteri tahun depan gara-gara kebodohan kamu.” Jeremy juga mendapat perlakuan yang serupa dari pihak keluarganya. Namun nasib Jeremy yang menjadi anak sulung yang selalu di manjakan dan di banggakan, membuat banyak anggota keluarga iri padanya. Para penerus itu memang menunggu hal seperti ini terjadi pada Jeremy, hanya untuk menggeser posisi sebagai ahliwaris keluarga Betrand. “Mom, aku tidak pernah berselingkuh. Wanita bodoh itu saja yang menganggap aku sebagai kekasihnya selama ini. Aku hanya mencintai Nara selama ini, tapi Chaerin selalu manja padaku. Apa aku salah jika aku mengumumkan hubungan ku?” Jeremy masih enggan mengakui kisah cintanya dengan Chaerin. “Sudah jangan bicara lagi. Percuma saja berbicara dengan anak yang tidak bisa memberikan martabat pada keluarganya. Sekarang dan sampai kamu merenungkan apa yang tengah kau perbuat. Mama akan manyita apa saja yang sudah Papamu berikan.” Di dalam keluarga Jeremy, mama nya lah yang berkuasa. Papa nya berkuasa jika berada di luar rumah, dan itu terjadi pula di kantor. “Tidak, ini tidak adil. Wanita itu yang bodoh, kenapa aku yang di hukum? Aku harus berada di samping Nara saat ini Mom, ku mohon mengertilah.” Jeremy tidak mau mengaku dan terus menentang. “Baik, silakan kamu keluar dari rumah ini. Satu langkah saja, Mama akan mencoret mu dari daftar penerima warisan di perusahaan Betrand. Mama yakin, kamu akan di buang begitu saja sama artis yang penuh dengan intrik itu. Selamat menikmati masa-masa terbuang mu.” Mama dari Jeremy yang merupakan orang keturunan Rusia, memiliki pegangan yang teguh dan menepati apa yang sudah dia katakan. Tidak ada yang dia takuti selain ayahnya sendiri atau kakek dari Jeremy. “Ya, Jery akan tanggung semua.” Jeremy meninggalkan rumah dan tidak berbalik meski dompet dan kunci mobil sudah di ambil oleh Mamanya. Dia berpikir, Nara mencintai dia dengan setulus hati dan tidak memandang dirinya dari harta dan kekayaan. Jeremy menuju ke apartemen tempat Nara di karantina. Sebelumnya dia bisa sesuka hatinya keluar masuk ke dalam apartemen, karena dialah pemilik apartemen itu. Apa yang di takuti Jeremy? Tidak ada. Dia merasa bangga dengan apa yang sudah dia perjuang kan. Jeremy masih sama seperti kemarin yang menyalakan Chaerin karena muncul di acara lamarannya pada Nara. Dialah satu-satunya orang yang harus di salahkan dalam perkara saat ini. Bahkan banyak kontrak kerja Nara yang di batalkan karena kasus ini. Ini semua salah Chaerin, Nara dan dirinya adalah korban
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD