Tidak mudah di tindas

1307 Words
Jam pulang kantor sudah tiba, Chaerin segera meninggalkan ruangan. Namun, sebelum dia berhasil melangkah keluar dari pintu. Santi sudah menghentikan dirinya. “Anak baru! Masih jam enam lebih tiga menit, mau kemana?” Suara Santi menghentikan dari belakang. “Tadi saya bekerja dari jam sembilan. Dan di kontrak tertera delapan jam kerja dengan satu jam istirahat. So, aku sudah waktunya pulang. Pekerjaan ku juga sudah selesai, memang perusahaan mau menggaji lembur tanpa pekerjaan?” Bantah Chaerin dengan mengeluarkan salinan kontrak kerja yang tadi di tandatangani. “He... Kontrak kerja itu di tandatangani hanya sebagai formalitas. Pekerjaan mu sudah selesai? Ini aku tambahi lagi.” Santi dengan arogansinya memberi Chaerin pekerjaan tambahan. “Aku tidak mau. Ini bukan pekerjaanku, ini pekerjaanmu.” Chaerin mengembalikan map berisi pekerjaan itu kembali pada Santi dan melangkah keluar. “He! Berani kamu keluar dari ruangan ini, besok gak usah datang lagi!” teriak Santi mengejutkan para pekerja lainnya. Chaerin kembali setelah mendengar teriakan Santi. Sebenarnya, apa sih kekuatan kepala divisi di perusahaan ini? Kenapa begitu arogan? Chaerin yang dulu pernah menjadi anak seorang bos. Dia merasa heran. “Akhirnya, takut juga kan kamu!” senyum mengejek Santi terlontar karena merasa menang. “Aku, takut?” Chaerin seakan menantang Santi kali ini. “Lantas?” merasa di tantang, darah Santi pun mendidih. “Dalam kontrak kerja ini tertulis. Jika saya di pecat sebelum masa kontrak habis tanpa kesalahan yang fatal. Maka, perusahaan harus membayar sisa gaji saya penuh!” ucap Chaerin dingin. “Aku penasaran, kekuatan dari mana yang di miliki ketua divisi di perusahaan ini? Ups, aku lupa. Kamu kan ada orang kuat di perusahaan ini. Manager umum yang memiliki kekuasaan memecat siapa pun yang tak di inginkan.” Chaerin dengan berani menyinggung Santi, meski dia tau siapa orang di belakang gadis itu. “Tapi, aku mau tau. Apa perusahaan ini benar, akan membayar sisa gajiku?” Chaerin menekan kata-katanya di akhir. Santi diam tak bergeming. Dia lupa akan hal itu, tapi bukankah dia tadi mengatakan. ‘Kontrak hanya sebuah formalitas’. “Jangan harap! Kamu sudah melakukan kesalahan, dengan melawan atasan....” “Aku melawan atasan di jam kerja sudah berakhir? Siapa atasanku di luar jam kerja? Apa pak Zein? Tidak! Aku tidak memiliki atasan dalam hidupku, selain suamiku.” Ucap Chaerin berani. “Dan ya, jangan lupa. Kontrak ini berpayung hukum. Gajiku sekitar sepuluh juta sebulan dan di kontrak selama tiga tahun. Silakan hitung, berapa kerugian perusahaan jika memecat ku!” Chaerin meninggalkan ruangan yang saat itu sudah di penuhi dengan orang-orang luar divisi animasi. “Sepuluh juta? Gajiku belum menyentuh itu. Dia anak baru.... Gilaaa!” heran rekan kerja yang mendengarnya. “Sama, aku sudah dua tahun di perusahaan ini juga baru di gaji tujuh juta. Apa karena dia cantik, makanya dia mendapat gaji tinggi?” “Wajar dia mendapat gaji tinggi, dia lulusan terbaik luar negeri. Dan lihat ini, kerjaan dia rapi, teliti dan yang pasti dia cepat.” Salah satu teman kerja Chaerin melihat hasil desain animasi untuk salah satu projects nya. “Astaga, bener. Ini kan projek yang di minta salah satu stasiun televisi yang cerewet itu. Dia bisa mengerjakan sesuai keinginan dalam satu hari.” Decak kagum yang digaungkan oleh rekan kerjanya, membuat Santi semakin tidak suka. Dia tidak sabar untuk mengadukan hal ini ke kakak sepupunya. Ego Santi terusik, dia harus bisa menyingkirkan Chaerin, bagaimana pun caranya. Saat dia hendak ke ruangan kakak sepupunya, Charles. Santi melihat Zein juga menunggu lift bersama Chaerin. Di sana ada Charles juga beberapa petinggi lain. Chaerin hanya semut kecil di antara para petinggi itu. Ini kesempatan Santi untuk menjatuhkan Chaerin dan menendang dia dari perusahaan ini. “Abang.” Panggil Santi. “Belum pulang?” tanya Charles. “Aku masih harus lembur, tadi ada anak baru yang menentang dan mengatakan pekerjaan divisi bukanlah pekerjaannya. Aku juga di mintai uang lembur kalau mau menyuruh dia mengerjakan pekerjaan lembur.” Adu Santi di samping Charles dengan melirik Chaerin. Zein tidak peka, apalagi para petinggi di sana. Mereka berbeda divisi, jadi mana tau apa yang terjadi di divisi itu. “Berani sekali dia menentang mu? Siapa dia? Dia lebih baik tidak usah masuk kerja besok.” Charles sama seperti Santi. Darahnya mendidih karena emosi. “Tapi, kalau memecat dia. Sudah pasti perusahaan merugi karena harus membayar sisa gajinya yang sepuluh juta selama tiga tahun itu.” Masih dengan mode tertindas, Santi mengatakan apa yang di katakan Chaerin tadi. Chaerin ada di sampingnya juga, dia dengan jelas melihat ekspresi masih manager umum yang tengah marah. Ingin sekali, Chaerin menghajar dua iblis ini di depan Zein. Tapi, dia hanya anak baru dan belum tau bagaimana kondisi kantor ini. “Sepuluh juta? Gaji siapa segitu banyak? Apalagi dia anak baru. Tidak mungkin! Lagian, dia sudah melawan atasan. Jelas dia melakukan kesalahan yang fatal. Perusahaan tidak akan memberi sepeser pun gajinya....” “Silakan pecat saya kalau anda bisa! Anda manager umum tapi tidak bisa melihat mana yang benar dan mana yang tidak. Apa anda tau apa kerjaan dia seharian ini?” Chaerin sangat emosi setelah mendengar apa yang di katakan manager umum itu. Zein yang ada tak jauh dari sana pun kaget melihat Chaerin begitu marah. “Dia sibuk mempersulit ku yang anak baru. Aku memang di gaji sepuluh juta sebulan. Dan lihat ini surat kontrak yang baru aku tandatangani hari ini. Apa surat ini hanya formalitas? Saya akan tuntut perusahaan ini dengan pasal penindasan terhadap karyawan baru. Dan lagi, percuma kamu menggaji dia. Kepala divisi memang jabatan dia, tapi pekerjaan dia hanya main game!” amarah Chaerin tidak bisa di bendung lagi. Ingin rasanya dia menjambak rambut manager umum dan kepala divisinya. Namun, tiba-tiba tubuhnya di tarik memasuki lift setelah bunyi Ting terdengar. “Jangan ada yang masuk!” suara berat Zein memecah keributan. Seorang Zein Akbar Anggara menarik seorang gadis mendekat padanya? Bahkan tidak di izinkan satu orang pun masuk ke dalam lift yang sama dengannya. Apa matahari terbit dari barat, hari ini? Yang lebih penting, siapa gadis itu? Bagaimana bisa gadis itu memecahkan balok es yang di kirim langsung dari Antartika? Sepuluh juta sebulan, wajar jika Chaerin wanita simpanan sang bos. Tapi apa maksudnya dia bekerja di perusahaan ini? Padahal, tanpa bekerja pun. Chaerin bisa mendapatkan lebih dari itu dari bos. Keadaan sunyi senyap sepeninggalan bos besar. Semua saling tatap dan ingin tau, siapa gadis itu. Sedangkan di dalam lift, Chaerin merasa kesal dengan apa yang di lakukan Zein. “Bapak! Saya tau anda adalah orang nomor satu di perusahaan ini. Tapi karyawan bapak menindas ku di hari pertama masuk kerja. Apa aku tidak boleh melawan?!” Chaerin kesal. “Mau bekerja di sini, kamu jangan banyak tingkah. Dengan kamu marah-marah begini, apa masalah akan selesai? Masalah ini akan semakin besar.” Kata Zein tenang. “Bapak! Seharusnya bapak membiarkan saya melampiaskan seluruh emosi saya. Saya ini di pecat pak, di pecat!” Chaerin tiba-tiba menangis. Harapan dia hancur, masa depan dia juga hancur. Memang, keberuntungan tidak lagi berpihak padanya setelah pengkhianatan itu terungkap. “Aku tidak melakukan kesalahan, aku melawan mereka karena sudah keterlaluan. Di mana hati nurani anda sebagai orang nomor satu di perusahaan ini?” Ting. Pintu lift terbuka di lantai dasar. Ada beberapa orang melihat Zein di tunjuk-tunjuk oleh gadis yang masih memakai baju hitam putih. Ini pengalaman memalukan pertama Zein di hadapan para bawahannya. “Pulanglah! Kamu tidak di pecat.” Seru Zein merapikan jas dan kembali menegakkan kepalanya. Chaerin mendengar sedikit tidak percaya. Apa karena dia menangis, sampai pendengarannya tidak berfungsi normal? “Apa pak? Yang benar? Saya tidak di pecat?” Zein meninggalkan lift dan di ikuti Chaerin yang masih tidak percaya. “Oh, dia mau di pecat tapi gak jadi.” “Pak Zein itu memang orang baik.” “Hooh, keliatannya aja dia dingin. Padahal hatinya kaya gulali kapas. Kena air mata dikit sudah meleleh.” “Hahahaha kamu itu bisa saja.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD