Tour, succes!

2003 Words
Alli yang sedang duduk di sampingnya menatapi Nona aneh “Kenapa babe? Kamu mau pesan lagi?” “Engga juga sih, Cuma kayaknya aku kenal dia” tambahnya dengan pikiran yang masih menerka-nerka “Ah masa iya kamu kenal, dia itu pelayan yang sudah lama kerja disini. Aku kenal dia kok, namanya Jacob dia agak pemalu makanya selalu pakai masker” ujar Alli menjawab semua kekhawatiran Nona “Oh pemalu ya” gumam Nona                                                                                                      “Entah kenapa rasanya ada sesuatu yang mengganggu pikiranku” ujarnya dalam pikirannya Alli menyuapi Nona yang masih saja melamun “Sayang kamu kenapa sih? Udah makan dulu sekarang!” desis Alli menatapi Nona dalam “Hmm baiklah, eh bentar aku ambil gambarnya dulu ya” jawab Nona dengan senyuman yang sangat imut, ia membuka ponselnya lagi dan menangkap gambar 2 burger. Alli nampak gemas padanya ia pun melihatnya dengan penuh kasih sayang. “Udah?” Nona mengangguk tanda mengiyakan “Ya sudah sini” Alli nampak menyuapinya dengan sangat tulus, begitupun dengan Nona yang tersenyum manis padanya. Alli sangat-sangat tampan, rahangnya yang kokoh, kulit putihnya tanpa noda, mata kecoklatan miliknya yang mampu menyihir setiap wanita, tatanan rambut berantakan tapi sangat cocok untuk stylenya. “Mama sama papa apa kabar?” tanya Alli Nona spontan berkata “Baik tentunya, mereka ingin bertemu denganmu” “Bulan depan aku akan kesana oke? Jadi bilang sama mama papamu seorang pangeran akan mendatangi rumah mereka” sahutnya dengan tertawa, Nona mengerucutkan bibirnya lalu menarik rambut Alli “Aw” sakit Alli memegangi tangan Nona “Iya kamu emang pangeran! Tapi untuk wanita-wanita bule juga begitu eh untuk semua wanita di dunia ini. Ya ampun aku jadi sebel banget sama mereka yang selalu memperhatikanmu dengan rincinya, membeli postermu lalu dipajang di kamarnya dan setiap malam wajah kamu terus-terusan dipandangi dengan penuh harapan. Ah aku benci” greget Nona yang menambahkan jambakannya lebih kasar Alli yang beraduh kesakitan nampaknya tak dipedulikan oleh Nona “Beb sakit” bisik Alli karena suara kerasnya tidak lagi di dengar dan justru membuat orang-orang di sekitarnya menatapi mereka. “Aku pernah berfikir buat bawa kamu kabur dari dunia ini dari semau penggemarmu dari semua pekerjaan beratmu, aku khawatir kenapa kehidupanmu tidak normal saja seperti mahasiswa-mahasiswa lainnya” desis Nona penuh penekanan disetiap katanya Alli tak lagi berontak ia terdiam sejenak, memandangi dalam-dalam kekasihnya itu. Nona terlihat sangat kesal, nampaknya ia benar-benar khawatir dengan popularitas Alli yang meroket. “Nona” desis Alli mencoba untuk membuatnya sedikit tenang “Mereka memanggilmu Prince Asia mereka selalu mengatakan itu di depanku, tak bisakah jika kau menjadi Prince ku saja?” lirihnya lagi menatapi Alli cukup dalam dengan mata yang berkaca-kaca Alli semakin tak sanggup menatapi kekasihnya, ia menunduk. “Mau bagaimana lagi Nona. Baiklah apa aku harus mengakhiri karirku?” tanyanya dalam-dalam Tidak, tentu saja tidak. Kenapa Nona menjadi sejauh ini, oh benar Nona selalu sangat-sangat mengkhawatirkan kekasihnya itu. Padahal Nona hanya kesal pada semua penggemar Alli yang selalu mengagung-agungkannya. Nona kini merasa salah pada dirinya, ia terlalu berlebihan. “Ayo” ajak Alli menatapi tangan Nona, ia kemudian berdiri dengan tubuh tegapnya di samping Nona “Kemana?” sahut Nona spontan “Aku akan berbicara pada manager” Nona menggelengkan kepalanya cepat, ia memegangi tangan Alii dengan kedua tangannya. “Maaf aku berlebihan, maaf” Alli mengerutkan keningnya “Ada apa?” ujarnya sambil berjongkok dihadapan Nona yang sedang duduk di kursi, ia mengeratkan pegangan tangannya pada Nona. “Aku hanya khawatir, maaf. Semua pencapaianmu kadang membuatku benar-benar takut, itu menjadikanku berkata yang tak sewajarnya tanpa aku sadari akulah yang membebankanmu, maaf” Alli mengerti ia kemudian memegangi bahu Nona “Stt kau tidak pernah membebankanku justru kaulah yang membuatku seperti ini, sudahlah aku mengerti Nona, tapi jika itu yang kau inginkan aku pasti akan mengakhiri semuanya” senyum Alli dengan suara seraknya Nona kembali menggelengkan kepalanya “Aku tidak ingin kau melakukan itu, aku hanya khawatir. Sungguh kumohon jangan akhiri ini oke?” tatapan Nona penuh permohonan Alli tersenyum “Baiklah sayang, tapi jika itu membuatmu penuh tekanan aku akan mengakhiri ini” “Tidak, aku baik-baik saja dan aku sangat bangga atas karirmu. Aku hanya jealous maaf” ujarnya yang menunduk “Oh jadi alasan terbesarnya kamu itu jealous, sudah kuduga seperti biasa. Tapi jangan khawatir, mereka itu takkan pernah menggantikanmu, percayalah” tambah Alli menatapi Nona serius, Alli pun kembali duduk di samping Nona. “Ya, aku terlalu berlebihankan?” gumamnya menatapi Alli khawatir Alli nampak berfikir “Sepertinya kamu emang berlebihan hehe” sahutnya dengan senyuman yang dibuatnya sebodoh mungkin Nona memelototkan matanya “Hah? Apa kamu bilang?” “Hehe” ujarnya lagi dibuat sebodoh mungkin “Alli kurang ajar ya kamu” kesal Nona mencubit lengan atas Alli “Awdoh suckit beibs” ujarnya dilebay-lebaykan “Kamu sih” kesalnya lagi “Iya aku, Cuma aku yang benar-benar tulus mencintaimu” tambah Alli “Alli kamu bisa gak sih gak becanda mulu depan aku” sahut Nona “Gimana ya” ia nampaknya berfikir lagi Nona memelototi Alli “Alli” teriaknya benar-benar kesal “Iya-iya beb. Maaf heum” ujarnya menatapi Nona takut “Eh ko jadi gue yang minta maaf sih, mungkin benar lelaki selalu salah” gumamnya dalam hati Setelah selesai makan disana, mereka keluar diikuti oleh ke dua body guardnya, seperti biasa ketika Alli keluar ruangan ia akan mengenakan kacamata hitam untuk menutup identitasnya begitupun yang dilakukan oleh Nona. Bukan hal mudah bagi Nona berada di samping kekasihnya itu, ia selalu saja mendapat tatapan tajam dari beberapa orang yang melihat bahwa Alli memegangi tangannya. Hal itu pun terjadi sekarang, semua mata yang tertuju pada Alli dan Nona mereka seakan bertanya-tanya siapa sih wanita itu. Beberapa wartawan juga tiba-tiba memenuhi area yang menjadi tempat berjalannya Alli sekarang. “Tolong jelaskan siapa dia?” “Apa anda akan mengklarisifikasinya suatu saat?” “Apakah wanita ini benar-benar pacarmu?” “Mereka para netizen sudah membicarakan ini di media, tolong jelaskan ini untuk fans-fansmu!” Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan para wartawan kepada Alli yang berhasil dihalangi oleh body guardnya. Alli tak berkutik ia hanya tersenyum pada semuanya sambil memberikan hormat, ia segera memasukan kekasihnya duluan ke dalam mobil sehingga hal itu membuat semua orang yang rata-rata wanita disana menjerit histeris atas perlakuan manis Alli. Alli pun masuk ke dalam mengikuti kekasihnya. Mereka akhirnya terbebas dari kerumunan orang penuh pertanyaan itu “Sayang kamu gak cape apa di kejar-kejar mulu sama orang-orang itu?” kesal Nona mengerucutkan bibirnya Alli menggelengkan kepalanya “Aku cuma cape nunggu kamu lulus SMA” jawabnya singkat sambil tersenyum menyungging “Emang kalau aku udah lulus, Alli mau apa?” ujarnya penuh pertanyaan Alli menatapi keluar jalanan “Aku ingin kamu disini di sampingku, jadi aku gak perlu takut kamu dideketin cowok-cowok lain” lirihnya Nona mengerutkan keningnya “Hehe aku bisa jaga diri ko, justru aku yang takut kamu kenapa-napa” “Aku disini di kelilingi banyak orang mereka selalu memberikan segala perhatiannya untukku, tapi aku tetap kesepian jika tanpa keluarga dan kekasih apalagi pekerjaanku yang benar-benar padat itu sangat melelahkan jadi aku ingin secepatnya kau lulus dan kuliah disini bersamaku” jawabnya panjang lebar Nona tersenyum begitu tulus “Hmm, jangan sampai kau kelelahan jangan terlalu memaksakan dirimu jangan membuat semua orang yang menyayangimu khawatir” Alli tersenyum “Semua lelahku hilang semenjak kau berada disini, percayalah” Malamnya, di belakang panggung Alli masih berada di samping kekasihnya juga Juna kakak Nona yang berada di depan mereka. Nampaknya, beberapa kru diruangan sana tengah menyiapkan konsep panggung yang telah di siapkan beberapa bulan lalu. Nona memakaikan jaket jeans kepada Alli yang dilengkapi manik-manik membuatnya terlihat sangat milenial, memakaikan kalung berlambang elang di lehernya kalung yang merupakan pemberian Nona saat ulang tahun Alli. Alli sudah sangat siap untuk tampil, tubuhnya yang gagah membuat Nona benar-benar terpukau karena Alli pantas memakai pakaian apa saja. “Li berdoa dulu” ujar Juna kakak Nona yang lebih tua beberapa tahun darinya menepuk bahu Alli Alli pun mengangguk-angguk dan menyuruh semua kru bule yang berada disana untuk berdoa bersama dengan kepercayaan masing-masing. Setelah semuanya selesai, Alli di arahkan oleh salah satu kru untuk segera masuk ke dalam panggung. Namun Alli enggan melangkahkan kakinya, untuk saat ini ia membutuhkan sang kekasih untuk memberikan supportnya secara langsung. Alli memeluk Nona dengan eratnya seakan-akan separuh jiawanya tengah mati dan dihidupkan kembali oleh respon Nona, Nona membalas pelukan Alli ia tersenyum dengan air mata kebanggaan untuk sang kekasih. Pelukan itu telah berakhir, Alli menciumi dahi Nona sambil berkata “Doakan aku” “Jangan terlalu memaksakan dirimu, jika lelah kemarilah dan panggil aku” ujar Nona dengan senyuman “Terima kasih, Nonaku” Alli kembali di arahkan oleh kru, Alli pun berjalan dengan tatapan mata yang masih terkunci dan tersenyum tulus pada Nona. Perlahan tubuh gagah Alli dengan kulit putihnya, rahang kokoh dimuka tampannya, tatanan rambut dibuatnya berantakan, mengenakan jaket dan celana jeans itu hilang dari tatapan Nona. Namun Nona tak tinggal diam, dia segera berlari dan menonton kekasih dari tirai hitam di belakang panggung.  Juna sang kakak menyenggol tubuh adiknya itu dengan senyuman yang dibuat bodoh dimuka tampannya “Cie yang pacarnya seleb, takut gak tuh semua penonton hampir isinya cewek semua” Nona mengerucutkan bibirnya “Bang Juna jangan berisik, Nona Cuma mau fokus lihat Alli nyanyi” Alli memasuki panggung diikuti oleh lampu panggung yang menerangi seluruh badannya, riuhan suara penonton menggema seisi gedung mereka berteriak memanggil nama Alli sang bintang Asia. Alli memegangi mic lalu mengangkatnya dan mengarahkannya kearah bibirnya,setelah itu penonton yang berteriak sontak menghentikan teriakannya lalu menunggu kata yang akan Alli ucapkan detik demi detik berlalu Alli masih saja terdiam membuat semua penonton semakin penasaran dan semakim menunggu-nunggu suara Alli. “Halo semuanya, apa kabar?” arti dalam bahasa Indonesia Dengan suara seraknya Alli berhasil membuat semua penonton terpukau meski hanya sekedar sapaan mereka menjawab baik baik saja dalam bahasa Inggris. Selanjutnya Alli memberikan senyuman yang benar-benar tulus dan mengatakan syukurlah pada mereka hal itu kembali membuat mereka berteriak histeris dan memanggil nama Alli semakin keras. Seluruh lampu di area gedung tiba-tiba padam “Oke lets, in the end Linkin Park” teriak Alli tanpa memunculkan batang hidungnya, suara seraknya terdengar jelas membuat semua penonton tak sabar lagi dengan penampilan Alli. Alunan nada lagu terdengar, saat itu pula lampu-lampu kembali menyala menunjukan Alli yang berdiri di depan mic dan memegangi gitar melody dengan seorang di sampingnya merupakan Rapper ternama yang berasal dari Amerika Serikat yaitu Branden Holly. Semenjak karir Alli melambung tinggi tahun ini banyak artis-artis dunia yang segera mengajaknya untuk berkolaborasi salah satunya Branden Holly, Rapper berusia 23 tahun artinya lebih tua 3 tahun darinya. Suatu kebanggaan menurut Alli bisa berkolaborasi bersamanya, ia merupakan satu-satunya orang Asia yang baru bekerja sama dengannya artinya memang tidak mudah untuk menjadi Alli. Semua penonton berteriak semakin histeris, bagaimana tidak. Keduanya sangat-sangat populer tahun ini. “Alli, Branden” teriak penonton menguang kalimat itu terus menerus. It starts with one Suara Alli terdengar begitu baik, suara serak namun mengenakan setiap kata pada liriknya. One thing I don’t know why It doesn’t even matter how hard you try Keep that in mind I designed this rhyme To explain in due time All I know [ini bagian Alli lagi] Time is a valuable thing Watch it fly by as the pendulum swings Watch it count down to the end of the day The clock ticks life away Its so unreal [bagian Alli lagi] Didn’t look out below Watch the time go right out the window Trying to hold on, but you didn’t even know Wasted it all just to watch you go I kept everything inside And even thought I tried, it all fell apart What it meant to me Will eventually be a memory of a time when Bagian Alli lagi I tried so hard And got so far But in the end It doesn’t even matter I had to fall To lose it all But in the end It doesn’t even matter
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD