Begitu ramainya saat pertengkaran Juna dan Nona berlangsung, tak cukup lama Alli pun datang mengenakan pakaian yang telah dipilih sang kekasih. “Eh udah pada kumpul disini” sahutnya sambil berjalan menuju tempat duduk di samping Nona.
“Makan nih Li, abang tadi beli ini keluar makanya gak nonton konser kamu full” sahutnya sambil membukakan satu kotak pitzaa untuknya
Alli mengambil salah satu potongannya “Oh pantas saja bang, makasih ya” tambah Alli dengan senyuman lalu memasukan potongan pitzaa itu ke dalam mulutnya
“Sama-sama, nanti tour selanjutnya di Jakarta kan ya abang may kasih tahu temen-temen soalnya mereka pada ngefans sama kamu Li” ujarnya
“Temen abang berapa?”
“Bertiga, temen kuliah abang yang terdekat sih”
Alli mengangguk-angguk paham “Oh begitu, kalau gitu ajak mereka aja nanti di tour Alli mereka bertiga sama abang ku kasih satu tiket VVIP gratis”
Juna nampak kaget, begitu pun dengan Nona. Karena harga tiket VVIP itu berkisar antar 5 sampai 6 jutaan. “Seriusan kamu Li?”
“Ah jangan deh yang, tau ah abang nyebein beli aja tiketnya!”
Juna mendengus pada adiknya “Rencana kami juga mau beli tiketnya, bodoh”
“Sudahlah jangan gitu Nona, aku bener-bener serius. Kalau abang bisa terima aku akan seneng banget” ujarnya lagi
Juna tersenyum “Ya sudah makasih ya Li, abang mau chat mereka dulu nih” ujarnya lalu mengotak-atik ponselnya
Nona menatapi Alli sebal “Yang masa sih kamu mau kasih empat orang tiket gratis. Nanti kamu rugi dong meski ruginya gak besar juga”
“Kamu juga pengen ajak temen-temen kamu? Ayo gapapa ko” sahutnya menatapi Nona sambil mengunyah pitzaa
Nona tersentak “Tau ah Alli nyebelin diajak ngomong” ujarnya melipat kedua tangannya
Alli mengabaikan tingkahnya itu “Bep, kamu belum makan ya? Ya ampun sini, nih aaa” Alli mendekatkan potongan pitzaa yang baru diambilnya kea rah bibir Nona.
Nona mengerucutkan bibirnya lalu tersenyum, ia pun lupa dari berlangsungnya konser Alli sampai sekarang ia belum memakan apapun. Nona pun membuka mulutnya dan memakan pitzaa bersama Alli.
Setelah suapan terakhir dari keduanya, mereka saling tatap dan tersenyum dengan mulut yang dipenuhi pitzaa. Itu sangat terlihat lucu untuk keduanya. Senyuman dari keduanya berlangsung lama hingga telanan terakhir di habiskan bersama dan akhirnya mereka tertawa bersama-sama.
“Li tadi itu kamu keren banget tau pas di panggung, eh setiap deket aku ko kamu jadi mister bean gitu” ujarnya lagi dengan diiringi dengan suara tawanya
Alli tersenyum “Kamu ini, udah aku bilangkan Alli diatas panggung sama Alli yang duduk disamping kamu itu bener-bener beda. Tapi dimanapun Alli berada hatinya tetap sama” sahutnya dengan senyuman diakhir kalimat dengan mendekatkan kepalanya kearah Nona
Nona tersenyum dan mendorong kepala Alli perlahan “Diem ah, bentar lagi kita pulang ke apartemen”
Alli tersenyum melihat Nona yang terlihat malu, hal itu terlihat saat wajahnya terlihat pink. “Oy” teriak seseorang dari luar sana, Alli dan Nona sontak melihat kearah sana dengan refleks begitupun dengan Juna yang sibuk dengan ponselnya sempat melihat ke sumber suara.
Nampaknya Branden Holly berdiri di ambang pintu dengan senyuman, ia nampak membawa beberapa cola untuk mereka. “Hai Bro” sahut Alli
Juna dan Nona nampak tersenyum menyambutnya. Semua percakapan mereka merupakan bahasa inggris yang sudah di terjemahkan ke bahasa Indonesia.
“Konsermu tadi benar-benar meledak Li” sahutnya sambil berjalan mendekati mereka
Alli menutup matanya perlahan seraya tersenyum tanda sangat-sangat berterima kasih “Oh terima kasih, penampilanmu juga benar-benar mengguncang meledak seperti bom. BOM!” jawabnya
Branden tersenyum seraya duduk di samping Juna, ia menaruh cola-colanya dan berhadapan dengan Alli “Oh ledakan seperti itu memang sangat-sangat dinanti oleh para penonton jadi saat kita tampil kita harus benar-benar totalitas”
“Ya kufikir begitu”
Branden menatapi Juna “Oh siapa pria ini?”
“Aku Juna kakak Nona kekasih Alli” jawab Juna
Branden tersenyum “Oh pantas saja kalian mirip”
“Benarkah?” sahut Nona
Branden mengangguk “Yeah tentu”
Semuanya pun tertawa, namun selepas itu Branden kembali berdiri “Ah malam ini aku harus ke klub bersama teman-teman rapper yang lain. Kalian mau ikut?”
Alli menggeleng begitu pun dengan Juna “Tidak, terima kasih. Besok sore mereka akan pulang jadi kurasa malam ini mereka harus istirahat dengan full” tambah Alli
Branden mengangguk “Oh aku mengerti, aku pergi. Semua wanita itu telah menungguku disana oh dasar Branden pria single yang kesepian” ujarnya seraya tertawa
“Oke, oke” sahut Alli dan Juna bersama-sama, kecuali Nona yang menatapi Alli curiga.
Branden kemudian memberi salam pada semuanya dengan manly lalu ia pergi dari ruangan sana meninggalkan cola untuk mereka. “Dia sangat baik” sahut Juna menatapi Alli
Alli tersenyum “Ya begitulah, kami mulai dekat akhir-akhir ini” tambahnya
Juna menatapi Nona “Ada apa denganmu Nona?”
Alli menatapi kekasihnya itu, ia cukup kaget setelah melihat Nona yang nampak sebal dan mengerucutkan bibirnya “Apa sayang?” tanya Alli spontan
“Jangan bilang kamu suka ke klub-klub malam?” ujarnya dengan penuh penekanan di setiap kata
Alli dan Juna sontak tertawa bersama-sama “Ya ampun pertanyaan macam apa itu beb” teriak Alli dengan tertawa yang benar-benar renyah
“Ada-ada saja adikku ini” tambah Juna tertawa semakin keras
Nona nampaknya semakin sebal “Kalian ini, bener-bener kurang ajar. Monster kembar yang menyebalkan” teriaknya lalu pergi dari ruangan
Alli nampaknya segera mengikuti sang kekasih “Sayang mau kemana? Tunggu” sahut Alli mengikutinya dari belakang
Juna yang masih duduk disana nampak kebingungan dan memegangi mukanya dengan kedua tangannya “Nona bilang kami kembar? Oh tuhan benarkah? Wajah kami mirip, haha pantas saja mereka semua bilang aku pangeran es di kuliah rupanya pesona ku tak kalah saing dengannya” sahutnya dengan senyuman yang sangat-sangat tampan.
“Bep tunggu” teriak Alli ketika melihat Nona semakin menjauh
Alli justru menggelengkan kepalanya dan tersenyum “Beb” desisnya sambil melebarkan langkahnya lalu meraih tangan Nona.
Nona pun terhenti, Alli berdiri di hadapannya “Kamu kenapa sih?”
“Enggak” ujarnya seraya membalikan badannya membelakangi Alli
Alli pun berdiri di hadapannya “Kenapa, kamu sebel sama Alli juga sama abang?”
Nona kembali membalikan badannya “Sayang” Alli mulai kesal padanya