Alli berada di belakang panggung dengan keringat yang sudah memenuhi tubuh kekarnya. Nona ada disana ia tengah mengelapi keringat kekasihnya menggunakan tisu. “Kamu mandi dulu aja aku akan nyiapin baju ganti” ujar Nona
Alli mengangguk dan tersenyum “Terima kasih banyak” bisiknya
“Sama-sama babe” jawabnya dengan senyuman
Alli masuk ke dalam ruangan sana, Nona memilih-milih baju yang akan Alli kenakan untuk malam ini di ruangan khusus pakaian Alli yang saat ini sepi dari orang-orang. Suara langkah kaki terdengar mendekatinya, hal itu membuat Nona sedikit tegang setelah kejadian tadi.
Brakk, pintu itu terbuka dengan keras membuat nafas Nona terengah-engah. Dilihatnya seorang pria yang membawa beberapa kotak yang banyak ditangannya hal itulah yang membuat si pria membuka pintu menggunakan kakinya, dialah Juna dengan senyuman bodoh yang menatapi adiknya.
“Ah abang” desisnya sebal
Juna berjalan mendekatinya membawa 7 kotak pitzaa yang baru saja di pesannya. “Kenapa marah sih, abang bawain makanan juga buat kamu sama Alli” tambahnya kemudian ia menyimpannya di meja, ia pun duduk di sofa sambil membuka satu persatu makanan yang di bawanya.
Nona melanjutkan aktifitasnya, ia memilih baju yang akan Alli kenakan. “Nona, pacarmu mana? Abang mu makan ini bareng dia” ujarnya dengan mulut yang dipenuhi oleh pitzaa
“Abang bilang mau bareng, eh tu mulut udah penuh” kesal Nona
“Hehe”
“Alli lagi mandi” jawab Nona
Nona memilih kaos berwarna orange untuk Alli pakai malam ini menuju apartemennya, mungkin setelah sampai disana Alli akan ganti pakaian lagi menggunakan baju tidur “Nah, cocok nih buat Alli” ujarnya
Juna masih asik bersantap juga ia sibuk menggunakan ponselnya. Nampaknya ia menatapi baju yang adiknya pegang “Nona, kamu mau suruh Alli pake kaos panjang itu? Di luar kan dingin”
Nona memutar bola matanya “Aku udah fikirin itu bang, nanti Alli di mobil aku suruh pakai selimut yang aku beli kemarin. Ih abang jadi ikut-ikutan aja perhatiin pacar Nona” kesalnya
“Ah salah lagi, waktu itu abang dingin sama Alli kamu bilang –ah abang jahat banget sih sama adek ipar, muka jangan di datar-datarin bang entar kek teras rumah” gerutunya meniru suara Nona yang sedang kesal
“Hehe ya sudah, makasih abangku yang perhatian” ujar Nona mendekatinya lalu menyubit pipinya
Nona pun berjalan keluar “Aku mau anterin baju Alli dulu bang” sahutnya seraya pergi
Nona memasuki ruangan ganti dan menaruh pakaiannya disana. “Li? Kamu belom selesai? Aku taruh disini ya pakaiannya” teriak Nona
Diiringi dengan deras air di kamar mandi sana “Oke beb, makasih nanti aku nyusul ya” teriak Alli
Nona kembali keruangan tempat kakaknya berada, ia duduk di samping kakaknya lalu menyenderkan kepala di bahunya. “Bang sebenernya Nona udah ngantuk banget loh, udah jam 10 malam ini. Tapi Alli kuat aja ya bang, kayak terbiasa gitu. Hmm aku jadi khawatir banget sama dia, pagi sampai siangnya dia harus kuliah belajar keras tentang ilmu bisnis, eh dari siang itu dia latihan buat konser malamnya konser, agh aku takut pacarku kelelahan” gerutunya di samping si abang
Juna masih sibuk mengunyah pitzaa yang ada di mulutnya “Hmm, abang juga khawatir tapi di samping itu abang juga bangga sama dia. Kamu beruntung bisa dapetin Alli, bukan karena dia anak orang pebisnis terkaya nomor satu di Indonesia. Tapi karena kemandirian dia selama ini, dia tidak di kenal sebagai anak dari si kaya raya dia di kenal sebagai Alli mahasiswa muda jurusan bisnis yang menjadi penyanyi rock ternama di dunia juga mewakili Asia, hebat sumpeh kekayaan Alli di usianya yang muda bener-bener real dari kerja kerasnya sendiri udah gitu ya nanti Alli sudah menua dia akan punya kekayaan yang luar biasa, semua aset Rianto produk akan menjadi miliknya semuanyaaahhhh diakan anak satu-satunya belum lagi ya aset yang sekarang dia punya wahh dik kamu bener-” sewot sang kakak yang sebenarnya sangat cool jika berhadapan dengan orang lain
“Abang diem, kenapa jadi ngomongin kekayaannya sih. Aku tuh lagi khawatir sama Alli eh abang malah kesana kemari” teriaknya kesal sambil menutupi mulut Juna
Juna melepaskan tangan Nona “Membawa alamat kali ya” gerutunya kesal
Nona mendengus sebal “Tau ah abang lagi enak-enak makan juga malah di bekap” kesal Juna
Benar sekali, keluarga Rianto produk yang sangat terkenal di kalangan pebisnis bahkan hampir semua kalangan mengenalnya. Rianto produk adalah milik ayah Alli yang telah dibangun dari tahun 1995, pemilik itu sendiri bernama Rianto yang menikah dengan Alluna blasteran Jepang di tahun 1992. Mereka baru dikaruniai seorang anak setelah Rianto produk sudah mulai melesat dikancah nasional hingga hampir internasional pada tahun 1998. Alli merupakan satu-satunya anak tunggal yang akan menerima seluruh warisan dari Rianto.
Keluarga Rianto sangat-sangat bisa mendidik anak semata wayangnya, hingga menjadi seorang penyanyi muda yang terkenal dan mandiri hingga memiliki aset kekayaan pribadi hampir seperempat dari keluarga Rianto yang merupakan keluarga dengan aset bisnis terkaya nomor satu di Indonesia.
Sebenarnya Nino Jeremi yang merupakan anak berandal itu, ia juga memiliki keluarga yang cukup terkenal dengan ayah yang keturunan Tiongkok dan masuk di urutan 22 terkaya, yaitu keluarga Jeremi’s. Sekolah menengah atas yang ia tempati untuk mencari ilmu itu merupakan yayasan milik keluarganya yang banyak di ketahui oleh sebagian siswa, sehingga kadang-kadang ia menjadi seorang brutal dan tidak takut dengan peraturan sekolah. Berbeda dengan Alli yang memiliki kekayaan dan keluarga super duper harmonis, Nino justru sering memiliki masalah dalam keluarga sehingga membuat dirinya menjadi liar.
Pero Heryan yang merupakan teman sekelas Nona juga masuk ke dalam urutan 100 keluarga pebisnis terkaya di Indonesia, HeryanFJ ini merupakan nama perusahaan keluarga yang menempati urutan ke 30 terbaik di Indonesia. Keluarga mereka terkenal harmonis dengan 3 orang anak yang benar-benar ceria dan saling mendukung, mereka sering di bilang keluarga dengan orang-orang positive terbaik oleh rekan-rekan bisnis di Indonesia.
Kalandra Dava Gavin Jeremi, berbeda dengan yang lain Dava memiliki keluarga dengan kepala keluarga seorang wanita dengan arti ibunya sendiri, ia dibesarkan oleh ibunya karena sang ayah yang tiba-tiba menghilang dan sampai saat ini ibunya belum pernah menceritakan sang ayah pada Dava. Keluarga Dava termasuk 100 keluarga pebisnis di urutan ke 33 terbaik dengan nama perusahan KatrineStrg yang dibangun mati-matian oleh sang ibu. Sehingga, Dava sangat-sangat berusaha dalam belajarnya supaya bisa menjadi penerus yang terbaik setelah ibunya. Sampai saat ini pun ibu Dava masih sendiri, dengan alasan yang ia fokuskan hanya Dava saja.
Bagaimana dengan Nona? Nama lengkap Nona adalah Nona Emilia Devano. Keluarganya dikenal sebagai pendatang baru dengan nama perusahaan DevanoTown, meskipun mereka di kenal dengan sebutan pendatang baru pencapaian mereka cukup baik hingga bisa masuk peringkat keluarga bisnis nomor 35. Ibu Nona bernama Emilia yang berdarah asli Indonesia namun memiliki wajah nampak seperti orang korea, ayahnya Nona bernama Devano dengan keturunan asli Indonesia pula. Mereka memiliki anak dua yang merupakan sepasang, yaitu Juna Devano dan Nona Emilia Devano