Seseorang datang dari ruangan sana “Ada apa ini? Heh kalian, biarkan Alli melakukannya! Bukankah Alli selama ini telah mendengarkan apa yang kalian perintahkan, harusnya sekarang kalian mendengarkan Alli jika tidak mau agensi kalian kehilangan orang penting” ujar Branden Holly
“Popularitas turun atau apapun itu, itu adalah resiko. Alli tidak akan pernah turun, aku jamin itu dia memiliki bakat yang luar biasa. Jadi, jangan takut” tambahnya
Semua staf nampak menyetujui ucapan Branden Holly, termasuk dengan manager Alli yang memahami betul siapa Alli, ia sang pekerja keras dan pantang menyerah. “Baiklah” ujar sang manager
Alli tersenyum pada Branden “Thanks Bro” ujarnya seraya pergi sambil memegangi tangan kekasihnya itu
“Semuanya, ayo siapkan pencahayaan yang pas untuk konsep mereka yang romantis” teriak manager lalu dimengerti oleh semua staf
Alli berjalan perlahan ke panggung bersama Nona, Alli masih mengenakan jaket jeans itu. Begitu pun dengan Nona yang mengenakan jaket yang sama persis dipakai oleh Alli, hanya saja Nona memakai rok hitam yang menutup sampai lututnya ia mengenakan sepatu hitam pemberian Alli, rambutnya dibiarkan terurai ia sangat terlihat cantik.
Lampu-lampu langsung saja padam, kedua pasangan itu masih saling menggenggam. Nona terlihat gugup ia nampak sedikit berkeringat bagaimana tidak ia sekarang berdiri di puluhan ribu penonton yang mengagung-agungkan nama Alli. Tentu akan ada resiko besar setelah hal ini terjadi, tapi apakah itu baik untuknya atau buruk? Apa pun itu Alli pasti akan menanganinya.
“Lagu terakhir dariku” ujar Alli nyaring diantara ribuan orang dengan kegelapan yang menyelimuti, semuanya sontak berteriak setelah kembali mendengar suara Alli.
“Bersama orang yang benar-benar spesial untukku” tambahnya lagi, semua nampak ricuh disana. Mereka tentunya bertanya-tanya apa maksud dari ucapan Alli.
“Mungkinkah Branden Holly akan masuk lagi?”
“Mungkinkah saudaranya?”
“Oh bukankah dia tunggal?”
“Mungkin ayah ibunya?”
“Itu tidak mungkin bodoh”
“Ataukah wanita itu? Di i********: Alli waktu itu, ah s**l aku iri”
“Bisa jadi”
Ujar beberapa penonton yang kebingungan dan saling beradu argument dengan bahasa inggris yang fasih.
“Jangan bilang wanita itu, desas-desus mengatakan Alli mempunyai kekasih bukan?”
“Ayolah jangan bercanda”
“Aku tak ingin Alli dimiliki siapapun”
“Ah kau bodoh Alli juga manusia, jadi siapapun kekasihnya aku akan sangat senang”
“Benar, aku akan tetap menjadi penggemarnya meskipun dia mempunyai kekasih”
“Aku setuju”
“Aku pun”
“Oh diantara kami ada yang tidak setuju” begitulah ramainya seluruh penonton yang masih bertanya-tanya tentang siapa yang di maksud Alli.
“Jangan bilang itu Nona, ah gue nyesel dengerin loe. Gua pulang!” ujar Nino yang berdiri disana dengan paksaan Andre, meskipun tak bisa dipungkiri Nino ini adalah seorang berandal tetapi ia merupakan penurut pada Andre karena persahabatan mereka yang sudah terjalin dari kecil.
Andre memegangi tangan Nino “Bodoh, kau lihat dulu bagaimana cara Alli memperlakukan Nona. Jadi nanti kau akan mendapatkan ide yang bagus untuk merebut hati Nona, aku yakin itu” ujarnya
Nino nampak berfikir “Benar juga ucapanmu”
“Tentu, Andre fansnya Alli” ujarnya bangga
Nino memelotot, Andre pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Maksudku Andre your friend” teriaknya bangga, meski ia terpaksa karena takut Nino pulang.
“Sebenarnya sih gue takut aja loe pulang karena sayangkan uang yang dihabiskan gue buat nonton Alli tuh machalll hehe masa gue main cabut aja” guraunya dalam hati
Detik selanjutnya semakin menegangkan ketika sorot lampu yang hanya menampilkan sosok Alli dengan memegangi tangan seseorang di sampingnya, sontak saja semua menjerit.
“Fix you, Coldplay lets go!” teriak Alli dengan suara lengkingannya
Semuanya menjerit sehisteris-histerisnya, selanjutnya sorot lampu mengarah kepada seorang wanita yang berdiri di samping Alli. Semua mata terpana melihatnya kembali dengan teriakan yang membuat telinga Alli sedikit kesakitan.
Wanita itu tersenyum dengan sangat indah, cantik, tinggi, putih berambut coklat terurai. Matanya yang indah, bibirnya yang indah, hidungnya pun indah semua terlihat sangat indah. Sepertinya sebagian dari penonton menyukainya, sebagian juga ada yang nampak mendengus sebal.
“Dia adalah orang penting di hidup saya” tambah Alli lagi setelah instrument lagu mulai masuk, semuanya menjerit sekeras-kerasnya. Nona tersenyum pada Alli begitupun dengan Alli.
Setelah lagu berlangsung, Alli bernyanyi seperti biasa dengan penuh totalitas. Nona masih berdiri di sampingnya dan menatapinya dengan bangga. Penampilan Alli menyihir semuanya, ia mampu membuat Nona disukai hampir 88 persen semua penonton.
“Sumpah ternyata dia sangat cantik”
“Dia cocok untuk Alli”
“Benar-benar seperti raja dan ratu bukan?”
“Meledak semuanya”
Nino nampak kesal “Ah kurang ajar, si Alli bener-bener bikin gue enek”
“Bener-bener keren yah” lirih Andre menatapi Alli penuh kekaguman
“s****n lu” kesalnya lalu pergi dengan cepat
Andre mengepalkan tangannya kesal “Anjir gue belum selesai bodoh, tunggu sampai Alli ngomongin tour selanjutnya! Gue gak mau ketinggalan tour”
“Lelaki gila” desis Nino yang masih berjalan dengan kecepatannya
Andre menghentakkan kakinya “Gila lu No, agh mentang-mentang lu ketua geng lu jangan seenaknya sama gue sebelum jadi ketua geng lu temenan dulu sama gue. Terpaksa deh gue lihat jadwalnya di ig, mana tour selanjutnya katanya lebih pecah anjir” geregetnya dengan berjalan mengikuti Nino
Setelah lagu terakhirnya selesai, lampu-lampu kembali dimatikan. Membuat semua orang keheranan lagi.
“Oh apa lagi ini?”
“Agh ini membuat ku gila saja”
“Aku rasa ini pengumuman untuk tour selanjutnya”
“Ya mungkin, aku pasti akan menonton”
“Dikatakan tour selanjutnya akan lebih meledak”
“Kira-kira konsepnya seperti apa ya?”
“Entahlah, yang pasti semuanya akan meledak di tour nanti aku pasti menonton”
“Dia king rock untuk abad ini”
“Ya aku setuju”
Begitulah obrolan-obrolan para penggemar pria, mereka lebih penasaran dengan tour selanjutnya daripada kisah asmara Alli. Benar yang dikatakan Branden, Alli takkan pernah padam.
Sorot lampu kembali menyala, melihatkan sosok Alli yang berdiri sendirian disana. Semuanya kembali bertanya-tanya kemana wanita itu pergi.
“Halo semuanya, aku akan umumkan tour selanjutnya yang akan lebih pecah dari sekarang!” semua penonton pria nampak lebih bersemangat
“Tour selanjutnya akan berlangsung dua minggu dari sekarang, pastikan kalian memesan tiketnya”
“Aku beritahu negaranya adalah, negaraku. Ada yang tahu?” ujar Alli
“Indonesia” teriak semuanya dengan semangat
Alli tersenyum lebar “Oke, selamat malam. Sampai berjumpa dua minggu lagi” ucapnya setelahnya ia pergi ke belakang panggung bersamaan dengan teriakan suara penonton yang di dominan oleh wanita.
“Alli siapa wanita tadi?”
“Apa dia hanya model?"
“Ah semoga saja”
“Meskipun itu kekasihmu, dia sangat cocok”
“Ah tidak bodoh”
Benarkah? Alli sungguh tak mengatakan apa pun lagi tentang Nona, mungkin ini demi kebaikan privasi Nona. Kau tahu dunia aktris sangat-sangat kejam, mereka sering menemui hatters kelas kakap yang kadang membuat sebagian dari mereka depresi jika tak mempunyai mental kuat itulah yang Alli takutkan.