DUA TAHUN YANG LALU
"hei ecry...kau terlihat kurus...sudah makan??" tanya lena
"aku tidak selera"jawab ecrylia yang terlihat lelah
"eh~jangan gitu dong...ayo kita makan bersama...ku traktir makanan kesukaanmu lho..."lena menarik ecry
"traktir? baiklah"ecrylia tersenyum
rambut hijau yang bersinar dan mata biru seperti danau....lena benar benar seperti tuan putri yang sedang menunggu pangerannya...
kami sudah berteman selama 4 bulan tanpa bertengkar dan tanpa salah paham,
saat itu aku pikir dia adalah satu satunya orang yang mengerti aku,jadi aku sangat bergantung dengannya
hingga suatu hari...
murid baru datang ke sekolah kami,dia pria dia baik dan ramah...
tapi anehnya aku merasa tidak nyaman,
saat aku menoleh ke arah lena yang terus menatap murid baru itu,wajahnya merah,dia sepertinya sedang jatuh cinta
pada pria yang baru dilihatnya,
"wah,apakah ini takdir baru??"berbisik pada lena
"a...a...apaan sih,aku...aku tidak sedang jatuh cinta"lena menjadi gagap
"emangnya aku mengatakan kamu jatuh cinta"ecrylia semakin menggodanya
"apa sih,"lena ngambek
"eh,aku sedang bercanda....maaf maaf"
"hmm....jika kau mentraktirku dengan sebuah pizza,akan ku maafkan"
"hehe...baik,lagipula aku juga ingin pizza"
kami memang baik baik saja,saat kemunculan pria itu,
tapi...
ntah kenapa beberapa hari kemudian lena menjauhiku, bahkan,saat aku mencoba mendekati dan bertanya dia tidak menjawab dan terus menghindar
aku membiarkan itu,karena aku yakin pasti kami akan berbaikan dan berteman seperti biasa lagi nanti...
TAPI SIAPA SANGKA AKAN TERJADI HAL YANG DILUAR DUGAAN...
"ecrylia aku menyukaimu"
pria yang disukai oleh lena malah menyukaiku...
aku menolak tapi dia terus memaksaku dan berkata...
"ku mohon ecrylia...jika kau menolakku aku akan..."pria itu menceritakan sebuah cerita yang sangat menyedihkan
setelah aku mendengarnya,aku merasa kasihan tapi disisi lain aku juga merasa takut,dan aku tak tahu kenapa
akhirnya aku menerimanya tapi aku mengatakan padanya untuk diam dan jangan sampai orang tahu,
meskipun dia menyetujui itu,
tetap saja tatapan matanya itu sangat menyeramkan,dan itu selalu membuatku takut,
padahal dia itu terlihat baik dan tulus
meskipun aku pacaran dengan alasan kasihan dan terpaksa aku tetap harus mengikutinya,dimulai kencan,makan bersama hingga liburan bersama,
3 bulan berlalu saat itu ntah dari mana, perasaanku tidak enak untuk pergi ke sekolah,tapi aku tetap harus datang karena
aku tidak bisa tidak datang
tapi....
"PLAK!"suara tamparan
"BAGAIMANA KAU BISA MELAKUKAN INI PADAKU!!!"lena tiba tiba marah
"lena,aku..."ecrylia merasa bingung
"TIDAK USAH BANYAK ALASAN!!"
aku tidak mengerti...
kenapa menjadi seperti in?
"huh?"semakin bingung
"kupikir kita teman...tapi KENAPA KAU MALAH MEREBUT PACARKU DIAM DIAM..."lena menangis
"lena,tapi aku..."ecrylia terkejut
semua orang menatapku...
mereka menakutkan
"ecrylia,kami semua sudah mendengarnya...menjauh dari lena sekarang juga"seseorang memeluk lena
disaat yang tepat aku melihat pria itu di belakang kerumunan,dia tidak membantu bahkan membelaku,
dia tersenyum seolah olah dia bahagia melihat situasiku saat ini,
"kepalaku pusing,aku ingin cepat pulang
lebih baik aku tenang dulu"
itu adalah kata ku...
disaat aku pulang dan ingin mendinginkan kepala dirumah,
"riiiinggg~"suara telpon berbunyi
"oh,halo"
kupikir saat itu hal baik datang...
"huuh? bibi....bibi mati?"ecrylia menangis
ternyata...itu adalah permulaan
keesokan harinya...
aku jadi dikucilkan oleh semua orang disekolah,hanya karna beberapa kata lena hidupku hancur seperti ini,
tidak ada yang ingin berteman denganku,bahkan saat aku mendekat mereka menghindar,bahkan ada yang berbisik
aku tidak tahu mengapa,aku mencoba untuk terbiasa agar aku terhindar masalah,
tapi karna aku selalu diam dan tenang mereka mulai mengutukku bahkan sampai menggangguku,
bahkan lena adalah salah satu dari mereka,dia benar benar terlihat seperti orang lain,sikapnya yang kukenal polos dan berbaik hati, berubah menjadi kejam dan egois
lalu beberapa hari kemudian seorang murid datang padaku lalu berteman padaku namanya yulia,
dia selalu melindungi ku dan membelaku...,aku sudah memperingatinya untuk tidak mendekatiku tapi dia menolak untuk menjauh,
aku sangat trauma memiliki teman karena kejadian sebelumnya,jadi aku menolak untuk terbuka dan tersenyum pada orang sekitarku,
beberapa minggu aku lewati,
yulia tidak menyerah untuk mendekatiku,akhirnya aku mulai terbuka agar dia puas untuk yang dia lakukan,
kami bermain bersama bahkan sampai lupa waktu,
aku akui kalau aku memang kesepian...jadi aku memutuskan untuk bermain terus dengan yulia,
lalu suatu hari yulia menghilang...
aku mencoba bertanya pada guru,mereka mengatakan kalau yulia sedang sakit,
aku menunggu dan menunggu,sampai 2 minggu terlewati...
dan akhirnya mendapatkan kabarnya...
"hei...kalian dengar beritanya....,katanya teman anak itu dilarikan ke rumah sakit jiwa"
"eh~,sungguh apa yang terjadi padanya?"
"kudengar dia terus mengatakan hal hal yang aneh bahkan terus menghantam kepalanya ke tembok"
"wah...apakah itu kutukan anak itu"
"bisa jadi,beberapa hari yang lalu aku mendekati anak itu tapi setelah beberapa saat aku malah terkena kesialan,jangan jangan dia benar benar terkutuk"
sejak saat itu semua orang memanggilku anak terkutuk...
aku mengabaikan itu dan mencoba untuk tidak terbawa emosi,
tapi mereka semakin mengganguku,
dimulai mejaku dicoret coret,sepatuku, mengganggu ditoilet bahkan sampai menyiram air pel kepadaku disaat guru tidak ada,
setiap aku sendiri mereka menggangguku,aku tidak bisa tenang,
jadi aku memutuskan untuk berhenti dan pindah karna muak
saat aku pindah sekolah semua orang menghargaiku dan ramah padaku,
tapi karna kehadiran lena yang tiba tiba datang ntah dari mana,dia menyebarkan gosib buruk tentangku,sebagian orang percaya dan sekolah ini tidak ada bedanya dengan sekolahku yang dulu,
tapi aku beruntung tidak semua orang percaya dengan kata-kata lena
sejak saat itu aku memutuskan untuk tidak pernah tersenyum dengan orang asing
SAAT INI
hah....padahal aku ingin diam dan tenang,kenapa mereka datang padaku sih??
ini bukan saat yang tepat
"kudengar kau punya kalung berbentuk bulan...berikan itu padaku"lena terlihat kesal
"itu adalah barangku kenapa aku harus memberikannya padamu?"
"kubilang berikan...ya berikan..."lena marah
"tidak"ecrylia tetap menolak
(lena takut saat menatap ecrylia yang tenang)
mana mungkin aku memberikan barang berharga itu,kalung bulan adalah peninggalan ibuku
"cih, baiklah mari kita lihat sampai mana kau akan bertahan,"
huff...aku hanya bisa tenang,mungkin aku bisa meminta reymond sih,tapi tidak mungkin, dia pasti sibuk.,
"haah...lupakan saja deh" ecrylia berdiri
meskipun aku masih trauma memiliki teman,bukan berarti aku harus sendiri,
kalung bulan...
ibu pernah mengatakan kalau kalung ini tidak bisa dimiliki sembarang orang,dia yang memberiku barang berharga ini,
pasti dia percaya aku bisa menjaganya...
aku selalu memakai kalung ini dimana pun aku berada...tapi karena lena sudah berulah,aku harus melakukan sesuatu
tidak...,
dia sudah bergerak
dari awal aku memang membuat rencana untuk menyingkirkannya...,dan ini rencanaku
ecrylia menuju kelas
"kudengar dia mencuri"seseorang berbisik
"apa?bukankah dia anak yang baik"
saat ecrylia menoleh mereka diam dan pergi
tidak perlu dikatakan,dia tidak pernah berubah,mungkin memang harus diberi pelajaran,
(ecrylia mulai melanjutkan rencananya selanjutnya)
PULANG SEKOLAH
nah...mungkin besok akan ada pertunjukan yang bagus,apa perlu aku mengajak reymond yah,
loh...itu...,
seorang novia sedang menuggu digerbang,
"kau menjemputku?" ecrylia menghampiri novia
"menurutmu?aku bosan dirumah"
"jadi kau menungguku dari tadi? apa kau tidak bosan?atau jangan jangan"
"tidak! aku kejadian itu tidak terulang lagi!"
"hmmm..." berfikir
"..."novia hanya diam
"haaah...baiklah ayo pulang,ingin ku traktir sesuatu?"
"es krim"novia datar
DIRUMAH
memang bagus rumahku baik baik saja tapi kenapa seberantakan ini,
novia malah menghilang,
apa dia tak ingin tanggung jawab,
pada akhirnya aku membersihkan rumah sendiri dan membuat larangan hewan masuk dirumah...
KEESOKAN HARINYA
aku bangun lebih cepat dari biasanya,karena aku terlalu semangat untuk memulai sebuah pertunjukan
"hari ini mungkin aku akan pulang cepat,tolong jangan membuat hal yang sama ya..." ecrylia tersenyum sangat lebar..
"baik..." novia yang babak belur
"kalau begitu aku pergi dulu~"ecrylia pergi
meskipun novia selalu melakukan kesalahan...,tapi dia adalah satu satunya anak yang baik padaku, saat pertama kali bertemu dia adalah anak yang ceria...bahkan memanggilku kakak...
tapi hanya karna aku melanggar 2 dari 3 janjiku padanya...
dia jadi berubah drastis...
kurasa itu adalah sikap sebenarnya,
karena aku selalu merasa dia itu membuat senyuman palsu,
aku tidak pernah menggapnya sebagai teman biasa,mungkin bisa dikatakan dia itu seperti keluarga baruku
DI DEPAN GERBANG
"oh" berhenti melangkah
"ah...mela" reymond dari kejauhan
apa dia tahu aku sedang menyiapkan sesuatu?
"apa yang anda lakukan disini...uuh...rey" ecrylia mendekat
(ecrylia tidak terbiasa memanggil nama reymond didwpan umum)
aku tidak terbiasa dengan panggilannya
meskipun reymond anak yang kaya...bukan berarti dia bisa seenaknya,
dia sudah dewasa...pasti banyak urusan disekitarnya...,
jadi dia pasti ada urusan yang penting disini
"aku memiliki urusan dengan enoms jadi aku datang"
"oh...kalau begitu ayo masuk"ecrlia datar
bohong,pasti menggangguku lagi...huff
(ecrylia dan reymond masuk ke sekolah)
"oh..itu dia si pencuri"
"benarkah...dia terlihat sehat,kurasa hidupnya terlalu nyaman"
(semua orang berbicara tentang ecrylia)
sudah dimulai?,siapa sangka lena tidak berubah,
aku sungguh tahu ini akan terjadi
"mela...apa maksudnya" reymond yang tidak tahu apa-apa jadi kesal
"tenang..."ecrylia terlihat santai
"apa?"reymond tidak mengerti
"rey...kebetulan aku sedang memulai pertunjukan...apa kau ingin menonton"lirikkan dan senyum sinis...dan suara pelan
"ah~" reymond mengerti dan tenang
"sepertinya akan menarik,aku penasaran siapa yang mengganggumu kali ini"
"jika aku beri tahu kau tidak akan tahu"
masa bodo pada urusanmu...^-^
dari pada ribet sendiri lebih baik,menjadi penontonku...
aku bukan mengajak remond karna ingin sebuah penonton...melainkan bantuan darurat...
jika terjadi sesuatu yang diluar kendali aku bisa meminta bantuan padanya...
omong-omong,reymond ini adalah temanku saat aku berumur 10 tahun
jadi dia tidak ada hubungannya dengan kejadian sekolah dulu,
kami memasuki sekolah dan kami berjarak jauh
"ecrylia!" seorang kepala sekolah datang dari depan mereka
"oh,pak kepala"
"berikan kalung milik lena sekarang"