"berikan kalung milik lena sekarang"
"kalung??kalung apa???" pura pura polos
"lena baru saja mengatakan kalau kau mencurinya,dia juga memiliki saksi" kepala menunjuk
saksi...itu berarti orangnya lena
apakah ini...,
aha...jadi ini seperti cerita cinderella saat bersama ibu tiri dan saudara tirinya ya...
dia sungguh bodoh...
lena...aku bukan ecrylia melania yang dulu loh~
(ecrylia membuat tatapan yang membuat lena merinding)
"pak...memang benar aku memiliki sebuah kalung tapi itu benar benar milikku" nada lembut
"BOHONG!! kau merampasnya dariku" lena pura pura menangis
"benar kami melihatnya kau melakukan itu"
teman teman lena berbicara
"tapi saya benar benar..."
"CUKUP!!segera berikan kalung itu atau aku akan mengeluarkanmu! dan tidak akan membiarkan sekolah mana pun menerimamu..."
(disisi lain reymond terlihat marah tapi pura pura tenang)
"reymond pastikan pria ini sengsara" bahasa mata ecrylia ke reymond
(reymond angguk dan sedikit mundur)
meskipun kepala sekolah tidak tahu apa apa...dia tak ada bedanya dengan yang lain
jika dia baik dia pasti langsung memanggilku ke kantor dan mencoba berbicara dengan baik
bukan blak blakkan seperti ini
aku yakin lena menyuapnya soalnya lena itu suka menggunakan uang untuk hal hal yang tak berguna
"pak...," seorang gadis maju ke depan
"boleh saya tahu kalung apa itu" kata gadis itu
huh?siapa itu...
meskipun dia membantuku,
aku tak bisa membuatnya merusakkan rencanaku
"i..itu adalah kalung berbentuk bulan yang...hiks....diberikan orang tuaku" kata lena
"lena..." ecrylia semakin maju
"apakah yang kau ingat hanya berbentuk bulan saja?? padahal kalung yang kupegang itu masih banyak ciri cirinya" ecrylia berbisik ke telinga lena
"!!!" lena terdiam
aku sudah muak mendengar drama anak ini...dan
"kamu boleh mundur sekarang" ecrylia mendorong gadis itu pelan
meskipun aku senang karena ada orang yang membantuku...aku tidak bisa membuatnya terlibat masalah ini
[tidak terbiasa dengan kebaikan,kecuali kebaikan reymond,karena kebaikan reymond itu tak bisa ditolak,]
"baiklah..." gadis itu mengangguk dan mundur ke belakang
dia aneh juga...kenapa dia begitu tenang?
"ecrylia tolong berikan kalung itu...,itu, adalah satu satunya harta yang kupunya...hiks" lena sama sekali tidak melihat ecrylia
"lena sangat berani ya"
"kenapa anak itu mencurinya ya"
"dia pasti iri"
"tidak,dia begitu pasti karena dia miskin"
(orang mulai bisik bisik)
"aduh...,apakah ini musim buah mereka berisik sekali" kata gadis yang tadi berbicara
" ah maaf, maksudku para lalat buah ini" anak itu senyum
[hari ini memang banyak lalat buah di lorong sekolah mereka]
(semua diam)
apa apan itu? dia menghina orang yang membisikku dengan mengatakan mereka lalat yang bising
mencurigakan kenapa dia membantuku?
" ecrylia,berikan kalung itu,jangan membuatku mengatakan ketiga kalinya" kepala sekolah itu melotot
"..."ecrylia diam
seharusnya dia sudah datang...
"ah...itu dia, ecrylia~"seseorang memanggil dari jauh...
(sesaat dia menatap reymond yang menatapnya dengan tajam
dia terkejut dan mengalihkan pandangannya)
"ah...guru kenapa anda disini?"ecrylia pura pura tidak tahu
"eh~bukankah itu guru enoms"
"kyaa~dia manis sekali"
"apakah tuan reymond juga disini"
(semua murid tiba-tiba berubah begitu orang itu datang)
pria brambut kuning dan mata biru cerah ini adalah enoms carania
dia teman dekat reymond dan guru yang sangat terkenal tampan di sekolah ini,
yap...dia adalah pangeran tanpa kuda
"enoms kenapa kau disini?" kepala sekolah sedikit kesal
"haha...sepertinya aku datang di waktu yang salah ya...,"enoms berkata tanpa rasa bersalah
"ecry...ini kalung nya" enoms memberi kalung ke tangan novia
"itu...itu dia kalungku" teriak lena
"hmm??apa maksudmu" enoms kebingungan
" ecrylia mencuri kalung milik lena...enoms ambil kalung itu dan usir dia dari sini" perintah kepala sekolah
(enoms diam sejenak)
" pak...saya tak bisa mengambil kalung itu" enoms mulai merasa jengkel
" sekarang kau melawan perintahku...HANYA KARNA ANAK RENDAHAN INI??" teriak kepala sekolah
" itu tidak masalah sih...tapi sampai kapan anda akan membela tukang penipu?? apa uang yang dia berikan sebesar nyawa anda" anoms mulai menjadi seram
yah...sebagai korban yang sedang dilindungi,
aku diam saja deh
hari ini sangat cerah hahahah
(ecrylia diam-diam senang)
"kau...sekarang kau berani menuduhku...dasar b******n"menahan amarah
PLAK
" guru apa maksud anda!!ecrylia...wanita itu memang mencuri kalungku....hiks...itu adalah hartaku!!" lena menampar
"ya ampun....apa apaan itu"
"dia menampar guru"
"lena pasti sangat kesal tuh...hahaha"
(semua murid marah ketika lena menampar enoms)
(lena terdiam)
"KALIAN DIAM!!!"teriak kepala sekolah
sesaat semua menjadi sangat hening
apa kedua orang ini tidak pernah melihat dunia luar atau semacamnya....=_=
semua orang disini tau...
kalau guru enoms adalah sahabat baik reymond,
kepala memanggilnya b******n dan lena memanggil penjahat...
kira kira apa ekspresi reymond,
(ecrylia menoleh kebelakang dan melihat reymond yang sedang menahan amarah)
UPS...
(ecrylia berpaling)
siapapun yang melihatnya pasti berfikir dunia akan hancur ketika melihat tatapan kematiannya itu
"lena..." suara lembut enoms
"y....ya?" lena terhentak
"apakah ini benar-benar harta kamu yang berharga???apa kamu bisa menjamin itu?" enoms terlihat semakin kesal
"ten...tentu saja" lena terpesona tapi juga takut
"seperti kata pak kepala...kamu bisa dikeluarkan dan tidak akan pernah diterima dimanapun loh..."
"uuh...ten...tentu saja!!"lena panik
"dan pak kepala" enoms tersenyum sangat lebar
"apa?"
"apa anda bisa menjamin kalung ini dengan posisi anda?"
"hah...aku..." kepala sekolah panik
kepala sekolah menatap lena
lena melotot dan kepala sekolah kembali menatap enoms
"ya...aku menjamin itu" kepala sekolah sedikit takut suaranya sedikit gemetar
(murid lain terkejut dan terpesona melihat sikap reymond)
"baiklah kalau gitu mulai sekarang anda bukan lagi seorang kapala dong...," senyum tiang enoms
"a...apa katamu?!" kepala terkejut
(reymond semakin menunjukkan kemarahan di wajahnya)
hei...,bukankah ini sudah mau selesai, kenapa remond semakin memanas dibelakang,aku tak berani melihatnya sekarang
"dan kamu lena..."
"huh?!"
"silahkan pergi dari sini" ^~^
"APA MAKSUDMU GURU?" lena teriak
"ENOMS CARANIA...BAGAIMAN KAMU MEMUTUSKAN HAL ITU!!! JELAS JELAS ITU KALUNG LENA DASAR SIALAN" kepala marah besar
"hmmm jika ini milik lena, kenapa ada nama ecrylia disini" enoms menunjukkan kalungnya
"!!!!"lena mulai pucat
"A...APA?!" kepala sekolah syok
lena menatap ecrylia
sudah kukatakan lena...aku bukan anak yang bodoh...
(ecrylia seringai danmembuat lena takut gemetar)
"monster"lena gumam kecil
"apa apaan...jadi lena berbohong?"
"ini berarti ecrylia tidak bersalah"
"ya ampun...ternyata ecrylia itu dijebak?kasihan sekali"
"kenapa kita mempercayai lena yah...padahal dia tidak memiliki bukti"
"~"
(semua orang mulai berbicara buruk pada lena dan merasa kasihan pada ecrylia,)
"silahkan kalian keluar" anoms menjadi sangat tenang
(enoms berbalik)
"anak-anak...karna kejadian ini memakan waktu belajar kalian...silahkan kalian bersenang senang sampai waktu belajar berikutnya^ _, ^" enoms kembali ke sikap biasa
(disisi lain reymond tersenyum)
dia sudah tenang?
(ecrylia menatap reymond)
"dan ecrylia ayo ikut aku" enoms menarik tangan ecrylia dan membawanya pergi
(lena dan kepala sekolah itu terdiam
sedangkan reymond mengikuti dari belakang)
guru ingin membawaku kemana?
sayang sekali aku belum berterima ka...
(saat ecrylia menoleh ke belakang dia terkejut)
loh?? gadis yang membantuku tadi kemana??bukankah tadi dia masih ada?
apakah nanti bisa bertemu lagi?tapi aku tak melihat jelas wajahnya....siapa dia??
kuharap bisa melihatnya,
DI LORONG YANG SEPI
"ecry,kau baik baik saja?"enoms cemas
"bukankah guru yang ditampar? kenapa menghawatirkanku?" kepala miring
"yah...bukankah sejak awal masuk kau mendapatkan kata kata buruk??apa kau tidak sedih atau marah?"
sejak kapan dia tahu?
"tidak" wajah datar
lagi pula itu bukan yang pertama kali...
"ya ampun...apa kau malaikat yang tersesat,kenapa hatimu sebaik ini...."enoms memeluk ecrylia
"apanya yang baik...ini adalah rencanaku bukan?" merasa bangga
"jadi apa kau puas,dengan ini semua?"melepaskan pelukannya
"mengapa tidak" ecrylia dengan senyuman (iblis)
rencanaku memang tidak pernah gagal
SEBELUMNYA
awalnya saat lena masuk ke sekolah ini aku tau ini akan terjadi...
jadi aku menunjukkan kalung bulan itu ke teman yang menjadi mata matanya...
lalu saat temannya menyampaikan itu,
sudah pasti dia sangat tertarik
lalu dihari dia meminta itu
aku langsung mendatangi guru enoms agar menyuruh orangnya untuk membuat kalung ini memiliki nama
karna hanya guru enoms yang bisa diandalkan...dia juga teman reymond dia pasti memiliki orang yang berbakat disekitarnya
"guru, perhatikan apa yang dimatamu dan hanya kamu yang bisa kupercayakan"aku mengatakan itu kepada guru sambil memberikan kalungnya dan pergi,
guru yang pintar itu pasti mengerti
guru adalah orang yang baik
saat aku menceritakan kebenaran masa lalu tentang lena
dia benar-benar percaya dan tidak ragu kalau itu kebohongan
dia bahkan mengatakan kalau lena berani macam-macam
selama aku masuk disini, sebenarnya aku tidak selalu sendiri, hanya guru enoms yang selalu menemani dan menyemangatiku, meskipun dia tidak menemaniku sangat lama...,
tapi...
aku senang...dan disisi lain aku juga merasa ragu
apa aku pantas mendapatkannya?
SAAT INI
tapi untuk sekarang aku tidak ragu lagi,
guru benar-benar seperti seorang kakak bagiku,
"omong-omong apakah kau mau makan siang bersamaku nanti?" enoms menepuk kepala ecrylia dengan lembut
"tidak..." penolakan keras
"eh~kenapa aku kan sudah membantumu"
"siapapun pasti akan mengenalmu dan aku tidak mau menjadi bahan bicara seluruh kota"
"bukankah aku bisa menyamar" ^~^
"bahkan jika anda menyam....eh..."
seketika aku baru ingat,
bukankah tadi ada reymond
"sekarang kau baru mengingatku" suara reymond dari belakang mereka
"reymond??" enoms terkejut
"hmm!" sembunyi di belakang enoms
"aku mudah dilupakan yah.." reymond terlihat marah
"uhh...bukankah anda yang tidak bersuara"
ecrylia gelisah
"memangnya harus aku bersuara,padahal kau yang mengajakku kesana tadi" reymond dengan senyum kematiannya
"anda..."ecrylia tidak bisa berkata kata
"cukup-cukup...bukankah masih bisa bicara baik-baik...dan juga sejak kapan kau di sana" enoms sedikit bingung
"sejak kata-kata...ecry...kau baik baik saja...begitulah" raut wajah reymond semakin memburuk
ada apa dengannya??
bukankah wajar kalau guru menghawatirkanku
"haha...omong-omong kenapa kau disini?" enoms mencoba membaikkan situasinya
reymond menghela nafas...
"haaaa....aku ingin bicara denganmu sebentar"