209

1109 Words

Aku terhenyak degan perlakuan kakak madu yang arogan, dia membalikkan botol selai tanpa ba,bi,bu, dan perasaan. Kalau dipikir apa kesalahan botol selai itu pada dirinya, haruskah ia memberiku pelajaran dengan cara menumpahkan makanan? aneh sekali. Segera kuambil serbet untuk mengelapi makanan manis yag tumpah ke meja, saat sibuk melakukan itu, suamiku lewat dan mnyambangi diri ini. Melihat botol selai yang berantakan dia seolah memahami bahwa sedang terjadi sesuatu. “Apakah kau baik-baik saja?'” “Kau tak penasaran ini perbuatan siapa?” “Maafkan ya….” wajah suamiku memelas, dia tahu itu perbuatan Mbak Aira. Parahnya, dia membelanya dan memintaku memaklumi. Ah, ya Allah, aku makin lelah. "Ya, selalu aku yang akan mengalah dan disalahkan, jadi tolong lepaskan aku dari dilema ini, tolong

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD