"Raisa, Om Rafiq mengkhawatirkanmu, jaga dirimu," ucapnya saat aku meninggalkan mereka. Kubalikkan badan sekilas sambil tersenyum tipis lalu melanjutkan tugas tugasku. * Pukul lima sore aku kembali, kumasukkan motor ke halaman rumah lalu menutup kembali gerbang setinggi satu meter setengah itu. Saat akan membuka pintu, aku sangat terkejut melihat ada coretan cat semprot di lantai yang bertuliskan pelakor dan sebuah kotak di sana. Saat kubuka, aku terkejut dengan bangkai tikus dan darah yang mengerikan. Ini jelas jelas teror dan kebencian yang mereka kirimkan, namun, aku tak tahu siapa pelakunya. Mungkin mba Aira atau mungkin juga keluarganya. Kuvideokan gambar mengerikan itu kaku mengirimnya ke nomor Bunda dan Mas Tama. Aku ingin tahu apa reaksi mereka. (Astaghfirullah Nak, siapa yang

