185

1112 Words

"Aira! Hentikan, jangan berteriak, kau membuatku malu." "Malu? Jadi kau malu, jadi kau menyadari bahwa pernikahan diam-diam adalah aib yang harus disembunyikan?!" "Aku tidak malu sama sekali atas pernikahanku tapi lama-lama aku malu dengan sikapmu yang seperti anak-anak. Pahamilah bahwa aku berusaha bicara denganmu secara pribadi namun kau selalu membuat drama dan malah mengundang orang tuamu. Kau tidak memberiku kesempatan untuk menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir karena kau selalu histeris dan menangis. Aku harus bagaimana?!" "Apa kau tidak sadar bahwa aku tidak menerima pernikahanmu dan kenyataan pahit ini." "Tapi aku sudah menikah dan aku tidak akan meninggalkan Raisa!" Mas Tama yang juga kehilangan kesabaran akhirnya berteriak juga untungnya posisi kami sedang di dalam rum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD