180

1125 Words

"Mari kita lihat keputusan apa yang akan diambil Tama untuk dirimu dan istrinya. Kau jangan buru-buru untuk bertindak dan membuat keputusan karena pikiranmu sedang kacau sekarang. Om rasa ... Dia melakukan itu pasti ada alasannya." "Kenapa Om begitu yakin?" "Karena aku juga laki laki," jawabnya. "Kalau memang punya prinsip, kenapa dia tidak jujur, bahkan aku tidak akan menentang kalau mereka saling mencintai dan istrinya pun merestui. Tidak ada alasan untuk menghalangi kebahagiaan seseorang dibanding dia harus melibatkan Raisa dalam kekacauan besar ini," ucap Bunda sambil menatap Om Vicky. "Sebagai pemimpin keluarga yang bertanggung jawab atas kalian semua, aku akan menemui Tama esok hari, juga menemui orang tuanya." "Orang tuanya juga salah, kenapa mendukung kehobongan dengan rangkai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD