217

1078 Words

* “Kamu yakin dengan keputusan ini, kamu gak gila kan saat memutuskan itu?” tanya teman kerjaku Vina saat kuberi tahu apa yang telah kuputuskan. Kuberi tahu dia saat keesokan harinya aku berangkat kerja dan menemuinya. “Entahlah…” Aku menggeleng lesu dan bingung. “Kayaknya kamu juga bingung, jangan plin-plan dong, sekalinya kembali, sekalinya cerai, dan yang terakhir ini agak berlebihan deh, kamu sampai ngembaliin suamimu ke aira.” “Aku bingung dan takut bahagia diatas luka orang lain. Aku takut kena karma dan azab Allah, VIn.” “Lho… memangnya nikah itu haram? nikah itu dosa? yang menakdirkan kamu berjodoh dengan Tama adalah Allah sendiri. Kok kamu jadi parno gak jelas gini, mana kamu lagi hamil lagi," ucap teman kerjaku dengan wajah prihatin, "… kok bisa kamu ngambil keputusan bodoh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD