216

1185 Words

“Raisa, apa yang kau katakan?” sekali lagi Mas Tama mengulangi kata katanya. “Jangan temui aku lagi Mas, aku akan pulang ke rumah Bunda agar kau tak bisa menjumpaiku, aku akan berhenti menunggu dan berharap kau kembali padaku, Mas.” “Apa maksudmu, bukankah kita baru dua hari bersama setelah berhari hari tidak berjumpa?” "Aku mengatakan semua itu dengan jelas, Mas. Aku ingin kau fokus pada keluarga dan istrimu, aku ingin kalian bahagia dan hidup dengan damai, aku hanya benalu di antara hubungan kalian yang terjalin erat. Aku tidak akan bertahan dengan prinsip cinta lagi, selamat tinggal Mas." Kuajak bunda untuk meninggalkan tempat itu secepatnya, kugenggam tangan ibuku dengan erat, berharap aku mendaapatkan sedikit energi dan keberanian dari Bunda. “Kau yakin kau tak akan menyesal denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD