"Ini makanan banyak banget siapa yang beli makanan sebanyak ini?" "itu dari pemuda tampan yang pagi-pagi sudah datang ke sini dan membawa semobil makanan," jawab asistenku Rina. "Apa? Siapa?" "Teman Mbak, yang berondong itu lho," jawab Rina setengah berbisik. "Ya ampun," desahku. "Kenapa Mbak, kan bagus mbak dapat banyak perhatian," jawabnya sambil berkedip aneh. "Ish ...mendapat perhatian dari orang yang kita suka itu bagus, tapi kalo gak suka, bikin ilfil kan?" "Emangnya mbak sekarang lagi ilfil?" timpal Rudi supirku. "Iya, karena aku gak mau didekati pria itu." Aku menghempas diri di sofa sambil melempar pandangan ke tumpukan kotak makanan di meja tamu. Kuhela napas berkali-kali untuk melegakan dadaku, namun kedua pegawaiku itu masih heran dengan sikapku itu. Mereka seperti me

