199

1189 Words

Karena aku merasa putus asa dengan kepergian Mas Tama maka tidak ada yang bisa kulakukan selain pasrag dengan keadaan dan bangkit untuk menghadapi apa saja yang menungguku di depan mata. Kukenakan sepatu, pergi kerja dengan hati yang aku kuat kuatkan. Kukendarai motorku dengan cepat agar aku tidak perlu terjebak macet dan cepat sampai di tujuan. Sekitar lima belas menit kemudian, Aku sudah sampai di pelataran rumah sakit. Kutaruh helmku ke atas motor lalu langkah menyusuri lokasi parkir menuju lobi utama. Ku sapa security yang sedang berjaga dia membalas menyapa dan menyunggingkan senyum. Saat aku masuk ke ruang daftar dan informasi ada beberapa orang yang kebetulan ada di sana, aku tersenyum dan melambai kecil pada mereka sambil menyapa, tapi Mereka terlihat menatapku dengan aneh dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD