200

1029 Words

"Iya Pak Saya akan berusaha menyelesaikan masalah ini dengan baik, jangan khawatir," jawabku sambil bangkit dan undur .diri dari hadapannya. Pria itu hanya memberi isyarat dengan tangannya agar aku segera menjauh darinya. Melihat gestur atasanku yang sangat menyakitkan hatiku menjadi perih dan ingin menangis saja. Namun aku menahan rasa sakit itu karena tidak ingin sampai menjatuhkan air mata di hadapannya. Kususuri lorong rumah sakit dengan perasaan remuk redam di setiap ruangan yang kulewati semua orang memperhatikan dengan tatapan sejuta makna. Aku tahu mereka menghakimiku, aku sangat terluka dengan apa yang kuhadapi saat ini. “Bagaimana?” tanya mira saat aku kembali dari ruang direktur. “Hmmm, begitulah, aku dimarahi,” jawabku sambil menahan tetesan air mata yang mengaburkan pandan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD