Chapter 22

1080 Words

Aurel memasuki kamarnya dan langsung mengecek jadwal pelajaran. Ia baru saja pulang dari jalan-jalan bersama keluarganya. Membuang napas lega saat ia rasa tidak ada tugas yang akan diperiksa atau pun post test yang akan dilaksanakan esok hari. Ia mengingat ponselnya yang ditinggalkan di atas meja makan saat baru sampai dan langsung memasuki dapur untuk meminum air. Dengan langkah malas gadis itu berjalan kembali keluar kamar. "Papa mana, Ma?" tanya Aurel saat melewati ruang tengah dan melihat Ibunya sedang menonton TV. Setelah mengambil ponsel, Aurel menghampiri wanita separuh baya itu. "Tidur." Mata Aurel melihat jam kaca yang tertempel di dinding di atas TV. "Baru jam segini, tumben." "Kecapekan, kali," tambah Ibunya. "Ma, aku mau ngasih tahu sesuatu, tapi janji, ya, ini rahasia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD