Chapter 19

1114 Words

Aurel sama sekali tidak bisa memejamkan matanya malam ini. Terus saja bolak-balik membalikkan badan ke kiri dan kanan. Sama sekali tidak berniat untuk terlelap. Suara denting dari ponsel membuat Aurel dengan cepat meraih benda pipih itu di atas nakas. Ia bangun dan mengecek pesan di sana. Kak Alfi✨ tidurnya jan kemaleman jan sampe telat besok Lebih dari lima kali ia membaca ulang pesan yang dikirimkan Alfi itu. Menggigit bibir dan menempelkan tangan di dadanya. Mendengar detak jantungnya yang bergemuruh hebat hanya karena pesan itu. Rasanya ia ingin berteriak kencang tetapi sadar dengan waktu saat ini. Akhirnya ia hanya bisa menutup muka dengan bantal dan meredam teriakannya di sana. Setelah puas, ia kembali mendudukkan diri. Kejadian beberapa saat lalu kembali melintas di dalam kepa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD