Guru mata pelajaran terakhir di kelas Aurel–yang tak lain adalah Pak Dika, baru saja keluar. Padahal masih ada sepuluh menit sebelum bel pulang berbunyi. Anak-anak tidak ada yang berani keluar karena pria separuh baya itu sempat memperingati mereka untuk tetap di kelas sampai bel berbunyi. Kalau ada yang melanggar maka Ia akan masuk kembali ke kelas dan mengadakan post test. Aurel sudah siap dengan tas di punggungnya. Menatap ke arah papan tulis dengan pikiran yang melayang. Syabila di sampingnya melihat Dion yang tengah fokus bermain game cacing dengan pandangan mencemooh sebelum kembali membaca novelnya. Suara bisik-bisik para teman perempuannya membuyarkan lamunan Aurel. Ia biasanya tidak terlalu tertarik, tetapi karena topik yang kini sedang dibicarakan merekalah yang berhasil membu

