Chapter 4

1204 Words
Aurel sedang menidurkan kepala di atas meja sambil men-scroll ponsel. Melihat berbagai postingan di timeline i********:-nya. Awalnya ia kelihatan bosan, tetapi beberapa saat kemudian ia menegakkan badan. Lalu mengetik nama seseorang yang akhir-akhir ini terus mengusik pikirannya di kolom pencarian. Aurel mendecakkan lidah begitu melihat profil yang tadi dicarinya. "Ck, di-private lagi." Dengan diiringi helaan napas, gadis itu lantas menekan bagian bertuliskan 'Follow' dengan harapan si pemilik akun akan menerima permintaan mengikutinya. Dan kalau bisa, mengetahui kalau followers barunya itu adalah Aurel. Dengan sengaja ia membuka gembok yang sempat diaktifkan, karena siapa tahu Alfi mungkin akan mengecek profilnya. Ya, siapa tahu. Kalau dihitung, berarti sudah dari empat hari yang lalu Aurel duduk di barisan kedua dari depan di kelas sepuluh Mipa tiga. Rasanya ia tak menyangka dirinya bisa masuk ke kelas ini. Padahal seingatnya, ia mengerjakan soal test dengan setengah serius dan setengah mengantuk. Matanya bergerak ke sekeliling ruangan. Mendapati hanya tiga perempat siswa yang ada di kelasnya. Para laki-laki tampak sedang sibuk dengan ponsel masing-masing, keributan yang diciptakan mereka sudah bisa Aurel pastikan kalau mereka sedang mabar Player Unknown's Battlegrounds alias PUBG atau Free Fire a.k.a FF, entahlah. Para perempuan ada yang tengah bercerita, bermain ponsel, mendengar lagu sambil bernyanyi bersama, dan bahkan ada juga yang sedang berlatih gerakan dance dari salah satu boygroup asal Negeri Ginseng. Sementara ada anak-anak sok pintar yang berusaha memahami soal-soal Fisika di buku paket masing-masing yang membuat Aurel menatap mereka dengan pandangan malas. Tetapi ia tetap takjub pada mereka karena bisa melawan rasa malas dan godaan sekitar. Entah itu karena diri mereka yang memang begitu, sedang mencoba, atau hanya untuk mencari perhatian. Selang beberapa menit, Aurel memikirkan dirinya sendiri juga. Alhasil dengan setengah tekad yang sedang ia usahakan penuh, gadis itu membuka buku paket Biologi di depannya. Saat baru mau membaca kata pertama di bab satu, ia malah merasakan kedatangan seseorang. Aurel mengalihkan pandangan pada pintu. Ia tersenyum saat melihat Syabila yang berjalan santai. Perempuan yang awalnya tidak mendapat tempat duduk karena datang terlambat dan berakhir menjadi teman sebangku Aurel. Semula Aurel pikir ia tidak akan cocok dengan gadis itu, karena wajahnya yang kelihatan cuek dan judes, tetapi siapa sangka justru Syabila yang memulai percakapan dengannya lebih dulu. Sampai sekarang pun Aurel merasa aman-aman saja dan lumayan nyaman berteman dengan perempuan itu. Dengan cepat Aurel membuka suara saat Syabila sudah berdiri di depannya. "Ke kantin, kuy!" Syabila mengambil uang di dalam tasnya lalu menggerakkan kepala, mengisyaratkan Aurel untuk keluar dari kelas. Sampai di kantin, Aurel malah tak berselera makan karena melihat ramainya siswa-siswi yang berseliweran. Ia hanya membeli beberapa permen rasa s**u kesukaannya, yang kebetulan ada. Sementara Syabila membeli minuman dingin. "Rel, temenin gue ke toilet bentar ya," ujar Syabila yang diangguki oleh Aurel. Kedua gadis itu lalu berjalan ke arah toilet yang jaraknya tidak jauh dari kelas mereka. Syabila menitipkan minumannya untuk dipegang Aurel dan masuk ke dalam. Pun Aurel yang kemudian duduk di bangku di depan toilet. Gadis berambut hitam itu memilih kembali membuka ponsel sambil menunggu Syabila. Terlalu fokus pada benda di genggamannya membuat Aurel tak menyadari kalau ia sekarang tidak duduk sendiri di bangku kayu panjang itu. Menyadari adanya pergerakan, Aurel menoleh dan tercengang saat mendapati Alfi di sampingnya. "Eh, Kak Alfi," tegurnya. "Eh, iya. Kamu ngapain?" "Nungguin temen." Alfi hanya melafalkan huruf o dari mulutnya. . Duduk berdua dengan Alfi seperti ini walaupun tidak sengaja dan hanya diliputi keheningan, membuat gadis itu tiba-tiba saja merasa salah tingkah sendiri. Aurel menimang-nimang apakah ia harus mengatakan ia sudah mem-follow Alfi atau meminta follow back dari cowok itu. "Kak, aku tadi sempet nge-follow ig kakak. Jangan lupa diterima ya," kata Aurel akhirnya setelah mengumpulka tekad. "Nama ig kamu apa?" Semula Aurel takut jika respon cowok itu tidak menyenangkan, seperti memberi tatapan aneh misalnya. Tetapi ketika Alfi malah balik bertanya, raut gadis itu berubah lebar. "At aurelia underscore. A-nya tiga, Kak." "Oke." Seorang pria yang Aurel yakin adalah teman Alfi keluar dari toilet. Alfi lalu menoleh pada Aurel. "Duluan, ya." "Iya, Kak." Selepas kepergian Alfi dan temannya, bertepatan dengan keluarnya Syabila dari kamar mandi. Gadis itu mengerutkan kening saat melihat Aurel yang sedang menatap dengan tatapan penuh rasa suka pada arah di belakangnya. Ia pun menoleh lantas memutar kedua mata. Syabila kembali berbalik pada Aurel. "Kak Alfi?" tebaknya dengan alis terangkat satu dengan raut tidak berminat. Aurel tidak menjawab dan hanya menujukkan cengiran, menandakan pertanyaan Syabila benar. "Modus terus!" tukas Syabila, nadanya penuh sindiran yang malah membuat Aurel terkekeh. Gadis itu menerima minuman dingin yang disodorkan Aurel. "Siapa coba yang modus?" elak Aurel dengan suara menyebalkan, berniat menggoda Syabila. "Awas di-PHP-in aja lo!" Mendengar itu tiba-tiba saja Aurel mengerutkan keningnya. Merasa tidak terlalu senang dengan ucapan teman barunya itu. Walaupun ia tahu itu hanya sebagai bahan candaan, tetapi Aurel merasa itu terlalu menyentil hatinya. Apa kah karena kemungkinan hal itu terjadi sangat tinggi? "Apasih! Enggak kok!" ??? Aurel yang baru selesai makan siang, masuk ke kamarnya hanya untuk mengambil ponsel yang sedang di-charger-nya. Ia kemudian berjalan keluar sambil mengecek satu-satu notif yang masuk dan tersenyum senang saat melihat nama Alfi ada di antaranya. alfimahendra follow back you Aurel semakin kegirangan saat mengetahui ternyata ia juga mendapat DM dari cowok itu. alfimahendra Udah difolbek ya, dek. aureliaaa_ Iya kak, makasih. Sebuah pikiran tiba-tiba saja terlintas di benak Aurel. Ia pun membuka kolom pencarian dan kembali mengetikkan nama seseorang. aureliaaa_ Kak ul~~~ Tak berapa lama sebuah pesan masuk di i********: Aurel yang langsung dibukanya tanpa menunggu lama. ulfa_nindya Ya, dek. Kenapa? aureliaaa_ Kakak kenal Kak Alfi? ulfa_nindya Ya kenal lah, dek. Orang seangkatan sama serorganisasi sama kakak. Kenapa emangnya? Oh, jan bilang kamu naksir dia ya? -,- aureliaaa_ Kenapa dugaannya kayak gitu? ulfa_nindya Karna emang banyak cewek yang nanyain dia -,- aureliaaa_ Oh, gitu. Eh kak, minta id linenya dong hehe :v ulfa_nindya Tuh kan, beneran -.- aureliaaa_ Hehe, peace kak :v ulfa_nindya alfimahendra aureliaaa_ Ga pake @ kan? ulfa_nindya Iya aureliaaa_ Okay, makasih Kak Ulfa :) ulfa_nindya Iya sama-sama, dek. Tiati kamu, Alfi kadang modusnya keterlaluan -,- aureliaaa_ Wkwk, siap kak! Aurel baru saja akan membuka aplikasi Line di ponselnya saat sebuah pesan masuk. alfimahendra alfimahendra. Ga paka @. Aurel mendadak bingung kala melihat isi DM Alfi, tetapi tidak bisa berbohong kalau ia senang bukan main. Karena tak ingin dianggap menyukai kakak kelasnya itu, Aurel sengaja membalas cuek pesan Alfi. aureliaaa_ ? alfimahendra Kata Ulfa kamu minta id line aku sama dia. aureliaaa_ Eh iya kak hehe Makasih. alfimahendra Iya, sama-sama. "Rel, udah sore. Cuci piring!" seruan yang berasal dari luar kamar itu membuat Aurel membuang napas. Ia jengah setiap hari diteriaki seperti itu. Lagi pula ia juga tahu apa-apa saja pekerjaan rumahnya. Memang, suatu hal yang dilakukan setelah mendapat perintah orang lain selalu terasa menyebalkan. Seolah ia akan kerja setelah disuruh lebih dulu dan dicap tidak memiliki kesadaran diri. Padahal sebenarnya ia tahu apa yang harus ia kerjakan dan memiliki niat akan itu. Untungnya alat dapur tidak terlalu banyak. Sehingga setelah hampir lima belas menit, Aurel sudah bisa kembali ke kamar. Dan hal pertama yang dilakukannya tentu saja adalah membuka ponsel. Seketika dua sudut bibirnya tertarik lebar. Aurelia add alfimahendra by ID Aurelia and alfimahendra are friends now
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD