Bab 36

1591 Words

Ndre, ayo bangun! Kok bobo terus sih? Andre tersentak. Mata birunya langsung terbuka. Tadi ia seolah mendengar suara Vian memintanya bangun, juga elusan di pucuk kepalanya. Andre mengerjap, mencoba duduk setelahnya. Sungguh kepalanya masih terasa pusing dan berdenyut. Tapi Andre tetap memaksakan duduk. Andre menatap sekeliling. Ia berada di kamarnya ternyata. Tadi seperti mimpi saja. Bukan hanya tadi, tapi semua yang dialaminya akhir-akhir ini seperti mimpi baginya. Terutama kepergian Vian yang disembunyikan semua orang darinya. Andre menyenderkan punggung ke kepala ranjang, pusingnya semakin menjadi. Ia lupa kalau belum makan sejak tadi pagi, dan sekarang sudah malam. Andre melirik nakas. Tersedia seporsi makanan di sana, lengkap dengan air putih dan aspirin. Pasti Momma yang menyiapka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD