Bab 35

1574 Words

Sudah beberapa jam sejak mereka tiba tadi pagi, tapi Andre masih belum mau beranjak. Tak ada suara yang keluar dari mulut pemuda itu. Hanya air matanya saja yang tak berhenti, terus mengalir membasahi makam dengan nisan bertuliskan Cilia Vian Santoso. Tara dan Farrel yang menunggui pemuda itu sejak tadi, sangat khawatir. Andre tak bergerak sedikit pun dari posisinya semula. Kepalanya terus menunduk, hanya sesekali terangkat. Itu pun Andre mendongak, mungkin untuk mengurangi sesak. Untuk menghampiri pun mereka belum berani. Rasa bersalah karena tidak memberitahu kematian Vian masih menggerogoti hati mereka. Lagipula tadi Andre meminta mereka untuk menunggu di sini. Tak ingin membuat Andre kecewa dan marah untuk kali kedua, pasangan kekasih itu tetap berdiri di tempat mereka. Tara menatap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD