Hati Inge mencelos melihat pemandangan yang dilihatnya melalui celah sempit pintu kamar tidurnya dengan Arif yang tak tertutup sempurna itu. Inge sempat menanyakan pada dirinya sendiri, perasaan apa ini, Inneke? Saat Inge telah memutuskan untuk membuang perasaan cintanya terhadap Arif, seharusnya Inge tidak merasa sedih melihat Arif berpelukan dengan Olin. Miris sekali, padahal Inge yang telah bersama dengan Arif sejak kemarin tapi Olin yanh baru sekian menit tiba, langsung bisa membuat Arif akhirnya menangis. Di pelukannya. Inge menutup perlahan pintu kamar kamar itu, sengaja memberi Arif dan Olin ruang berdua. Mengingat sepertinya Olin lah satu-satunya orang yang bisa menghibur Arif. Tidak apa-apa, hari ini adalah pengecualian sebab Arif memang butuh seseorang untuk menghiburnya. Inge

