Beberapa waktu sebelumnya ... "Olin," panggil Arif saat beberapa saat lalu Inge menguruh Olin keluar, yang mana itu sekaligus menjadi akhir dari kebersamaan mereka. Perlahan Arif menggerakkan tangannya, meraih tangan kanan Olin untuk digenggam. Kontan saja hal itu membuat Olin membelalakkan mata, tak menyangka sekaligus bertanya-tanya apa makna dari sentuhan sederhana ini. "Mas ...." Olin tercekat, tak mempu berkata-kata. "Pasti nggak mudah buat kamu bisa di sini, kan? Terima kasih sudah datang." Perasaan haru seketika menyelimuti ruang perasaan Olin. Semudah ini ia dibuat tersentuh padahal mungkin saja Arif bersikap seperti ini tanpa maksud. Olin senang karena kedatangannya dihargai Arif, padahal sepanjang perjalanan Olin cemas Arif akan mengusirnya mentah-mentah. "Mas Arif ... se

