Ethan Halbert

1653 Words

Lily memasuki kamar Ben membawa segelas jus apel, vitamin serta sepotong kue keju untuk cemilan Ben sore ini. Lily tercengang saat baru memasuki kamar Ben melihat hasil lukisan Ben yang hampir selesai sempurna. Padahal rasanya sekitar satu setengah jam yang lalu sejak ia keluar dari kamar Ben lukisan itu belum ada. Yang membuat Lily lebih bingung lagi adalah, ia tidak pernah tahu bahwa Ben sedang mengerjakan lukisan itu. "Wah, apakah ini tuan Dean?" tanya Lily takjub. Ia meletakkan nampan merisi makanan dan minuman itu di atas meja kemudian memfokuskan dirinya meneliti lukisan Ben. Kanvas yang kali ini Ben pakai tidak sebesar biasanya, hanya kanvas kecil untuk melukis satu wajah penuh.  "Apakah mirip dengan ayah Bi?" tanya Ben meneliti kembali hasil lukisannya. "Tentu saja, sangat mirip

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD