Seminggu lebih berlalu sejak Dean liburan bersama Audrey. Kini mereka kembali ke rutinitas masing-masing. Audrey sibuk dengan profesi sekretarisnya dan menuruti setiap perintah Pak Jaya. Sedangkan Dean kembali sibuk mengembangkan bisnis IT papanya. Malam ini, tepatnya hari Jum'at, Dean ada agenda bersama sahabatnya. Sejak pulang dari Malang, dia sibuk mengevaluasi perusahaan anak cabang, baru malam ini dia sedikit longgar. Tentu dia memanfaatkan itu dengan berkumpul bersama tiga sahabatnya. “Nah. Ini dia yang ngajak ketemuan malah telat,” kata Remy sebagai kalimat pembuka atas kehadiran Dean. Dean terkekeh lalu memilih duduk di sebelah Noel. Dia mulai menegak minuman yang sudah pasti disediakan untuknya itu. “Macet, Bro!” Noel, Remy dan Moren hanya tersenyum tipis. Noel menatap Dean da

