“Pa, Ma. Audrey pengen batalin pertunangan ini.” Tubuh Isal dan Ayumi seketika menegang. Mereka menatap anak semata wayangnya yang sedang berkaca-kaca itu. “Kamu ngomong apa sih, Dree?” tanya Ayumi. Audrey membuang napas lalu mendongak agar air matanya turun membasahi pipi. Dia lalu menatap Papa dan Mamanya bergantian. “Kayaknya hubungan Audrey sama Dean nggak bisa dipertahanin lagi.” “Karena apa?” sekarang Isal bersuara. Dari kecil hingga dewasa Isal sangat tahu apa yang selalu membuat anaknya itu bimbang. Salah satunya karena pikiran anaknya sendiri. “Kalian udah sepakat atau kamu doang yang mutusin?” “Iya, Dree. Ini keputusan kalian atau gimana?” desak Ayumi. Kedua tangan Audrey saling memilin. Dia tak mungkin menjelaskan apa yang terjadi antara Qanesa dengan Dean. Ini terlalu ru

