Dua Puluh Lima-Cemburu

1732 Words

Dari ekor matanya, Dean melihat gadis di depannya yang menatapnya tajam. Dia menahan senyum lalu lebih memilih menatap ke lukisan yang terpajang di ruang tamu. Sengaja tak memedulikan gadis yang duduk menatapnya itu. Tatapan Audrey mengikuti setiap gerakan kepala Dean. Kedua tangan gadis itu terkepal di atas bantal sofa. Rasanya dia ingin menarik wajah itu agar menatapnya tapi dia cukup waras dengan tidak melakukan itu. “De! Kalau lo cuma lihat lukisan papa gue, mending gue masuk!” Senyum Dean tersungging. Dia memang menunggu gadis itu membuka suara. Dia mulai mengalihkan pandangannya dan menatap Audrey. Dean tak kuasa menahan senyumannya melihat Audrey yang cemberut itu. Satu alis Audrey terangkat, heran karena Dean malah tersenyum. “Lo nggak gila atau kesambet, kan?” Dean menghentik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD