Dean tersenyum puas karena bisa mengajak Audrey. Dia menoleh ke gadis yang diam saja berjalan di sebelahnya itu. “Marah?” Audrey menoleh sekilas lalu fokus menatap depan. Dia berjalan mendekati mamanya lalu bergeser menjauh. Saat itulah dia sadar jika tangannya masih digenggam Dean. Audrey berusaha melepaskan tapi lelaki itu sama sekali tak melepaskan malah mengeratkan genggaman itu. “Loh, kalian berdua. Kebetulan ketemu kalian di sini,” kata Ayumi setelah menyadari kehadiran Dean dan Audrey. Ayumi menatap Dean yang tersenyum kepadanya itu, tapi berbeda dengan Audrey yang tampak kesal. Ayumi menatap Audrey tajam hingga anak semata wayangnya itu tersenyum tipis. “Ikut kita, ya. Tadi Mama lihat ada toko batik di bawah. Kainnya bagus-bagus. Bagus kalau buat seragam pernikahan kalian,” kat

