“Kak Qanesa kecelakaan, Dree.” Audrey tersentak kaget mendengar kabar itu. “Kita harus ke sana, De,” katanya sambil beranjak. Melihat Audrey beranjak, Dean segera menarik gadis itu ke dalam pelukan. Kali ini Dean tak ingin gegabah meninggalkan Audrey dan menemui Qanesa. “Gue nggak apa-apa ketemu dia? Lo tunangan gue. Gue wajib jaga perasaan lo,” bisik Dean. Seketika mata Audrey berkaca-kaca. Di sisi lain dia tak ingin Dean menemui Qanesa, tapi di sisi lain Qanesa tetaplah kakak sepupu Dean. Audrey tak setega itu melarang Dean menjenguk Qanesa demi mementingkan perasaannya. “Boleh. Gue nggak ngelarang,” bisik Audrey. Dean seketika lega. Dia lalu melepas pelukan Audrey. “Kali ini lo harus ikut. Gue nggak mau ninggalin lo.” “Ya,” jawab Audrey seraya menjauh. Perlahan Dean berdiri. Dia

