“Sorry ya gue nggak bisa jemput lo.” “Nggak apa-apa. Gue bawa mobil sendiri.” “Pastiin dulu ban mobilnya nggak kenapa-napa.” Hening. Dean menjauhkan ponsel dari telinganya. Dia melihat nama Audrey masih tertera dan masih tersambung. Lelaki itu kembali menempelkan ponsel di telinganya dan melanjutkan obrolan. “Dree. Kok diem?” Sekarang terdengar helaan napas berat. Dia lega meski hanya mendengar helaan itu, artinya Audrey masih di sana. “Lo bawelnya kayak bokap gue.” Dean geleng-geleng mendengar dirinya diejek bawel. “Kok bawel, sih? Kan, gue nggak pengen tunangan gue kenapa-napa.” “Gombal.” Tut. Tut. Tut. Mendengar nada sambung terputus, kini giliran yang Dean menghela napas. Dia menjauhkan ponselnya dan melihat layar yang kembali ke menu awal itu. Sebenarnya dia masih ingin men

