Tiga Puluh Satu-Klarifikasi

2170 Words

Audrey berjalan dengan langkah berat. Dia merasa beban yang menghimpit kepala dan dadanya semakin bertambah. Dia sadar tak seharusnya mengkhawatirkan apa yang belum tentu terjadi. Dia berusaha menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya tapi pikiran buruk itu terus menghampirinya. “Habis tunangan kok malah cemberut?” Kalimat itu Audrey dapat saat sampai di meja kerjanya. Dia melihat Pak Jaya duduk di sofa tunggu. Audrey lalu tersenyum dengan terpaksa. “Siapa yang cemberut, Pak? Nggak kenapa-napa kok.” Pak Jaya menggeleng pelan. Dia bukan berkata bohong, memang benar Audrey tampak lebih suntuk dari biasanya. “Kenapa kamu tidak memberi tahu saya jika telah tunangan?” tanyanya. “Saya baru tahu kemarin dari papamu.” Mendengar informasi itus Audrey menunduk, dia enggan mambahas masalah pertuna

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD