Memujamu membuatku buta, bahwa ini bukanlah sekedar cinta. Melainkan banyak sekali timbul luka. "Bener nggak mau aku yang nyetir?" goda Lian ketika Sarah tiba menjemputnya di pinggir jalan. "Nggak. Kamu kan belum punya SIM." jawabnya sedingin mungkin. Lian menaikkan sebelah alisnya. "Tahu dari mana kamu?" Sarah meliriknya, lalu tersenyum penuh sindiran. "Katanya kamu suami aku. Masa aku nggak tahu semua hal tentang kamu. Kamu belum punya SIM kan? SIM motor atau mobil, kamu nggak punya." "Ah, masa. Itu hanya perasaan dek Sarah aja. Padahal ada satu SIM yang aku punya, tapi kamu nggak tahu." goda Lian balik. "Bohong banget. Udah buruan naik." "Serius aku punya SIM. Surat Ijin menikahimu." kekeh Lian geli. Sarah memanyunkan bibirnya. Dia langsung menjalankan mobilnya menuju sal

