Bab 16

1205 Words

Semua orang lebih suka menilai kesuksesan seseorang. Bukan menilai bagaimana perjuangannya untuk menjadi sukses.   Tepat ketika Sarah membuka pintu kamarnya, dia melihat tubuh Lian sedang berbaring di atas kasur. Menghadap ke arah berlawanan dari pintu masuk. Bisa Sarah lihat di tangan Lian ada ponsel butut milik suaminya itu yang kini benar-benar dipergunakan sesuai kebutuhannya saja. Seperti meneleponnya dan mengirimkannya sms. "Yan .... " panggil Sarah sambil meletakkan tas kerjanya serta membuka kaos kaki yang dia pakai. "Hm ...." "Lagi ngapain kamu?" tanya Sarah semakin mendekati tubuh Lian. "Yan ... kalau orang ngomong itu ditatap. Nggak sopan banget kamu." Tubuh Lian berbalik. Dengan kedua manik matanya yang sayu membalas tatapan Sarah. Bibir Lian kering bahkan terlihat pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD